02 September 2020, 00:35 WIB

Raja Arab Saudi Pecat Dua Pangeran Kerajaan


MI | Internasional

RAJA Arab Saudi Salman bin Abdulaziz memecat dua bangsawan dan menyerahkan keduanya bersama dengan empat perwira militer lainnya ke penyelidikan korupsi di Kementerian Pertahanan. 

Langkah itu terungkap dalam sebuah dekrit kerajaan yang dikeluarkan, Selasa (1/9) pagi, dan diberitakan oleh media pemerintah. Pengumuman itu menandai tindakan keras terbaru pemerintah terhadap apa yang menurut para pejabat adalah korupsi endemik di kerajaan.

Keputusan tersebut mengatakan Pangeran Fahd bin Turki bin Abdulaziz Al Saud akan dicopot sebagai ko mandan pasukan gabungan dalam pertempuran koalisi pimpinan Saudi di Yaman. 

Begitu juga dengan put ranya, Pangeran Abdulaziz bin Fahd, diberhentikan dari jabatannya sebagai wakil gubernur wilayah Al Jouf.

“Keputusan itu didasarkan pada surat perintah Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) kepada komite antikorupsi untuk menyelidiki transaksi keuangan yang mencurigakan di Kementerian Pertahanan,” bunyi keputusan tersebut.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh SPA, Yousef bin Rakan bin Hindi Al Otaibi, Mohammed bin Abdulkarim bin Mohammad Al Hassan, Faisal bin Abdulrahman bin Mohammed Al Ajlan, dan Mohammed bin Ali bin Mohammed Al Khalifah dirujuk ke penyelidikan.

Otoritas Kontrol dan Anti-Korupsi (Nazaha) harus menyelesaikan pro sedur investigasi dengan semua pejabat militer dan sipil yang relevan, mengambil tindakan hukum yang diperlukan terhadap mereka, dan menyerahkan hasilnya.

Tidak lama setelah naik takta pada 2017 lalu, Pangeran Mohammed bin Salman menggelar kampanye anti korupsi besar-besaran. Sejumlah anggota kerajaan, menteri, dan pengusaha ditangkap di hotel RitzCarlton, Riyadh.

Kritikus menilai langkah itu hanya untuk menyingkirkan saingannya dalam perebutan takhta, menguasai aparatur keamanan negara, dan membungkam perbedaan pendapat. Pada Maret, pihak berwenang menangkap hampir 300 pejabat pemerintah, termasuk militer dan petugas keamanan, atas tuduhan penyuapan dan eksploitasi jabatan publik. (KhaleejTimes/AlJazeera/Hym/I-1)
 

BERITA TERKAIT