19 August 2020, 22:53 WIB

Pandemi, Penduduk Karibia Kembali ke Sawah


Antara | Internasional

Penduduk asli Karibia kembali bertani dan menangkap ikan untuk mata pencaharian akibat  pendapatan mereka yang bergantung pada pariwisata dirusak oleh pandemi covid-19.

Penduduk asli Karibia dipaksa untuk kembali ke cara bertahan hidup yang lebih tua karena pandemi covid-19, ujar para ahli setempat dalam pertemuan daring yang diadakan oleh Organisasi Negara-negara Amerika (OAS).

Negara-negara Karibia, yang sangat bergantung secara ekonomi pada pariwisata, telah mengalami penurunan pengunjung karena penguncian, perbatasan tertutup dan penutupan bandara di seluruh wilayah.

Kebijakan karantina wilayah karena virus korona diperkirakan akan menyebabkan kontraksi 6,2 persen dari ekonomi Karibia pada 2020, sebagian besar didorong oleh penghentian pariwisata, menurut Dana Moneter Internasional.

Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/121149-badai-irma-mendarat-di-karibia.html

Negara-negara Karibia telah melaporkan lebih dari 120.000 kasus covid-19 dan lebih dari 2.000 kematian.

"covid telah memberi kami kesempatan untuk benar-benar mengevaluasi diri kami sendiri," kata Uwahnie Martinez, anggota masyarakat Garifuna, yang merupakan keturunan dari penduduk asli Amerika Tengah.

"Kita telah jauh meninggalkan budaya kita, dan inilah saatnya kita benar-benar dapat melihat ke dalam dan menggabungkan apa yang telah ditinggalkan nenek moyang untuk kita," kata Martinez, yang mengelola dan memiliki Palmento Grove Garifuna EcoCultural & Fishing Institute , bisnis pariwisata pribumi di Belize.

“Mengingat mata pencaharian kami menangkap ikan dan bertani, kami sebenarnya kembali seperti ini. Kami melihat lebih banyak nelayan keluar menangkap ikan,” katanya. "Kami kembali ke pertanian kami."

Menghadapi penurunan pendapatan pariwisata, komunitas Garifuna di Belize selatan, beternak ayam untuk memberi makan keluarga mereka atau menjual dan menanam kebun herbal untuk pengobatan tradisional, katanya.

"Saya suka ide untuk kembali bertani. Saya banyak mendengarnya dari negara-negara Karibia," kata Kim Hurtault-Osborne, kepala pengembangan integral di OAS, yang mempromosikan bisnis dan pariwisata regional.

Penduduk setempat kembali menangkap ikan untuk makan, katanya. (OL-12)

 

BERITA TERKAIT