24 July 2020, 13:55 WIB

Ribuan Pengunjuk Rasa Tuntut Pengunduran Diri PM Israel


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Ribuan warga Israel berdemonstrasi, Kamis (24/7) malam, di kediaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem untuk menuntut pengunduran dirinya, menurut media setempat.

Para pemrotes menuntut Netanyahu mengundurkan diri dengan alasan tuduhan korupsi yang ia hadapi, menurut surat kabar Haaretz.

Sementara itu, Partai Likud yang dipimpin Netanyahu mengadakan demonstrasi tandingan dengan sekitar 300 peserta untuk menunjukkan dukungan pada Netanyahu.

Selama sekitar dua bulan, demonstrasi anti-Netanyahu telah menjadi kebiasaan setiap minggu.

Pada 13 Juli, hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh penyiar Israel Channel 13 menunjukkan 75% orang Israel ‘tidak puas’ dengan kinerja pemerintah Netanyahu selama krisis virus covid-19.

Baca juga: Bill Gates Bantah Tudingan Ciptakan Pandemi Covid-19

Puluhan orang ditangkap Kamis (24/7) malam dan Jumat dini hari ketika polisi mengerahkan meriam air terhadap para pemrotes yang mendesak pengunduran diri Netanyahu di luar kediamannya di Yerusalem.

Polisi menembakkan torrent air ke arah pengunjuk rasa menyusul demonstrasi Jumat dini hari, memukul para aktivis yang mematuhi perintah dan membubarkan dan menghalangi mereka yang berusaha pergi, dalam apa yang oleh seorang saksi digambarkan sebagai ‘absurd’.

Penggunaan meriam air hampir menjadi keharusan bagi polisi setelah hampir dua minggu protes yang marah menyerukan pengunduran diri Netanyahu. Ribuan orang memenuhi Paris Square di luar kediaman resminya di Balfour Street pada beberapa kesempatan.

Polisi dilaporkan menolak permintaan langsung Menteri Keamanan Publik Amir Ohana pada Rabu lalu agar memindahkan massa yang berdemonstrasi di luar kompleks kediaman Netanyahu. (Times of Israel/AA/OL-14)

 

BERITA TERKAIT