19 July 2020, 07:30 WIB

Presiden: 25 Juta Orang Iran Mungkin Telah Terinfeksi Covid-19


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, Sabtu (18/7), kira-kira 25 juta orang Iran mungkin telah terinfeksi covid-19. Komentarnya menyusul penerapan kembali pembatasan di ibu kota dan tempat lain.

Angka infeksi, dari laporan yang dikutip Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi, jauh lebih tinggi dari angka resmi, Sabtu, sebanyak 271.606. Sementara 25 juta berarti setaradengan lebih dari 30% dari 80 juta populasi Iran.

Kantor Rouhani mengatakan jumlah infeksi covid-19 didasarkan pada ‘perkiraan skenario’ dari laporan penelitian Kementerian Kesehatan.

Iran telah menjadi negara Timur Tengah yang paling terpukul oleh pandemi covid-19, dengan infeksi dan kematian meningkat tajam sejak pembatasan dikurangi, dimulai pada pertengahan April.

"Perkiraan kami adalah sejauh ini 25 juta orang Iran telah terinfeksi virus covid-19 ini dan sekitar 14.000 telah kehilangan nyawa mereka," kata Rouhani.

Baca juga: WHO Catat Rekor Baru Kasus Harian Covid-19

Dia menambahkan ada kemungkinan bahwa antara 30 dan 35 juta lebih banyak orang akan berisiko, tetapi tidak menjelaskan apa yang dia maksudkan.

Lebih dari 200.000 orang telah dirawat di rumah sakit, katanya, seraya menambahkan kementerian memprediksi 200.000 orang lagi mungkin memerlukan perawatan rumah sakit dalam beberapa bulan mendatang.

Seorang pejabat di gugus tugas covid-19 pemerintah mengatakan 25 juta orang yang disebutkan oleh Rouhani adalah pasien dengan pengaruh ringan, yang tidak perlu mencari nasihat medis, kantor berita semiresmi ISNA melaporkan.

Kementerian Kesehatan melaporkan 188 kematian dalam 24 jam sebelumnya, sehingga total yang meninggal karena covid-19 di negara itu menjadi 13.979.

Pihak berwenang pada Sabtu memberlakukan kembali pembatasan selama seminggu di Teheran, termasuk melarang fungsi keagamaan dan budaya, menutup sekolah asrama, kafe, kolam renang indoor, taman hiburan, dan kebun binatang.

Dari Minggu (19/7), 22 kota di provinsi barat daya Khuzestan akan dikunci tiga hari, kata gubernur provinsi, Sabtu.

Langkah itu termasuk akan berlaku pada Behbahan, tempat polisi pada Kamis menembakkan gas air mata ke kerumunan yang memprotes kesulitan ekonomi. (CNA/OL-14)

BERITA TERKAIT