14 July 2020, 18:00 WIB

Australia, Inggris, dan Hong Kong Kembali Lockdown


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Kasus covid-19 di beberapa wilayah yang semula dianggap sudah terkendali ternyata naik lagi. Contohnya Melbourne di Australia dan Leicester di Inggris. Akibatnya, dua kota tersebut menerapkan lockdown babak kedua.

Hong Kong yang dikuasai Tiongkok akan memberlakukan langkah-langkah sosial yang paling ketat yang pernah terjadi di tengah kekhawatiran tentang lonjakan baru kasus covid-19. Pihak berwenang memperingatkan risiko wabah covid-19 skala besar sangat tinggi.

Sementara Amerika Serikat (AS) melaporkan rekor global harian 69.070 kasus baru covid-19 pada 10 Juli. Di Brasil, ada 1,86 juta orang dinyatakan positif covid-19, termasuk Presiden Jair Bolsonaro. Lalu, lebih dari 72.000 orang telah meninggal.

Baca juga: Uji Coba Pada Manusia, Thailand Pastikan Vaksin Tersedia 2021

WHO telah memperingatkan pandemi covid-19 ini bisa menjadi jauh lebih buruk jika negara-negara di seluruh dunia tidak mengikuti tindakan pencegahan kesehatan dasar.

"Virus covid-19 ini tetap menjadi musuh publik nomor satu," tegas Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada briefing virtual dari kantor pusat WHO di Jenewa.

Lebih dari 13 juta orang di seluruh dunia telah didiagnosis terinfeksi covid-19. Sebanyak 7,3 juta telah pulih, dan lebih dari 573.000 meninggal dunia. Ini menurut data dari Johns Hopkins University. AS, Brasil, Inggris, Meksiko, dan Italia mencatat kematian akibat covid-19 terbanyak. (Al Jazeera/OL-14)

BERITA TERKAIT