05 June 2020, 15:36 WIB

Soal Black Lives Matter, Amerika Bersatu Serukan Persatuan NKRI


mediaindonesia.com | Internasional

MASYARAKAT Indonesia yang tergabung dalam organisasi Amerika Bersatu mengimbau setiap WNI yang berdomisili di AS untuk mempergunakan momentum Black Lives Matter sebagai pengingat atas kebhinekaan Indonesia sebagai kekuatan yang mempersatukan. 

“Saya mengimbau seluruh WNI untuk berhati-hati, jangan sampai terpancing suasana yang panas, dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” ujar Ketua Umum Amerika Bersatu Ronny Rusli menanggapi isu yang menyebabkan demonstrasi massal di seluruh AS dan mulai dikaitkan dengan isu gerakan separatis yang ingin memecah-belah NKRI.

“Hati-hati memakai nama Indonesia untuk menanggapi kejadian di negara asing,” lanjutnya.

Di saat yang sama, Amerika Bersatu mengimbau para WNI di AS untuk mengikuti imbauan dari perwakilan RI demi keselamatan dan kesehatan.

“Meskipun ada kebebasan berpendapat di Amerika Serikat, mari kita ikuti imbauan dari perwakilan RI untuk tidak mengikuti unjuk rasa demi keselamatan dan keamanan,” ujar Melkysedek Tirtasaputra, salah satu tokoh masyarakat Indonesia di Philadelphia.

Baca juga: Ratusan Pengunjuk Rasa Ditahan Terkait Demonstrasi George Floyd

Ia juga mengecam pihak-pihak yang menggunakan isu rasisme hanya untuk kepentingan sendiri maupun kelompok, serta menutup mata terhadap upaya penyelesaian kasus-kasus itu sendiri.

“Sebagai manusia, sangat jelas kita mengecam segala tindakan rasisme di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Namun, jangan jatuh pada narasi 'kalau tidak ikut demonstrasi, maka tidak menghargai HAM' karena Black Lives Matters mempunyai sejarah yang berbeda,” tuturnya.

Pada saat yang sama, Amerika Bersatu juga mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia dibawah pemerintahan Presiden Jokowi yang telah meratifikasi International Convention on the Elimination of all Forms of Racial Discrimination 1965,  melalui UU Nomor 29 Tahun 1999 yang meneguhkan komitmen Indonesia untuk mengutuk segregasi / pemisahan rasial dan bertindak untuk mencegah, melarang, dan menghapus seluruh praktik diskriminasi di wilayah hukumnya.

Ketua Tim Satgas COVID-19 Permias Nasional dr. Alvinsyah Pramono yang juga hadir pada acara ini sangat prihatin atas risiko kesehatan yang ditimbulkan pada demonstrasi ini. 

“Kami memprediksi akan terjadi peningkatan kasus covid-19 pada minggu yang akan datang karena demonstrasi yang dilakukan ini tidak mematuhi protokol kesehatan," ujar Alvinsyah.

“Karena itu, mari kita sama-sama mengimbau masyarakat kita untuk tetap tinggal dirumah demi kesehatan,” imbuhnya. 

Saat ini, tercatat hampir 2 juta kasus positif covid-19, dengan angka kematian melebihi 110,000 di AS.(RO/OL-5)

BERITA TERKAIT