12 April 2019, 08:40 WIB

36 WNI Sandera Filipina telah Bebas Seluruhnya


(Yan/I-1) | Internasional

KEMENTERIAN Luar Negeri memastikan seluruh WNI yang disandera di Filipina sebanyak 36 orang telah bebas. Sayangnya, dalam proses pembebasan dua WNI terakhir, satu WNI atas nama Hariyadin tewas.

"Dalam pertemuan hari ini kita bahagia karena anggota keluarga kita kembali dengan selamat. Namun, hari ini juga kita berduka karena satu saudara kita meninggal dunia di dalam proses pembebasan sandera," kata Menlu Retno Marsudi dalam acara penyerahan secara simbolis WNI yang dibebaskan dan penyerahan jenazah di Kemenlu, Kamis (11/4).

Dua WNI terakhir yang menjadi sandera ialah Heri Ardiansyah dan Hariadin. Mereka sekitar 4 bulan disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan. Keduanya bersama seorang WN Malaysia diculik saat bekerja di kapal ikan di perairan Sabah, Malaysia, 5 Desember 2018. Dalam kasus ini, Hariadin tewas saat berupaya meloloskan diri.

"Yang menyedihkan, di dalam proses pembebasan salah satu saudara kita, yaitu alm Hariadin dan seorang WN Malaysia meninggal dunia," ucap Menlu Retno. "Saya ingin mengucapkan dukacita kami yang dalam kepada seluruh keluarga atas kepergian almarhum Hariadin. Mudah-mudahan ibu dan keluarga diberikan keikhlasan dan kekuatan dalam menerima takdir ini."

Pemerintah Indonesia dan Filipina sudah melakukan upaya yang terbaik untuk membebaskan sandera dalam kondisi selamat. Namun, Allah berkehendak lain. "Dan saya berkeyakinan bahwa sebagai seorang muslim, almarhum meninggal sebagai seorang mujtahid karena almarhum disandera saat berjihad mencari nafkah untuk keluarga yang dicintainya."

Hadir dalam penyerahan itu Dubes RI untuk Filipina Sinyo Harry Sarundajang dan perwakilan Pemda Wakatobi.

Pihak keluarga berterima kasih atas pembebasan ini. "Terima kasih, terutama kepada pemerintah Indonesia, Bapak Presiden Jokowi, Menteri Luar Negeri Bu Retno," kata Kamalia, wakil keluarga.

Kakak almarhum Hariyadin, Saparudin, telah mengikhlaskan kepergian adiknya. Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah mengembalikan adik tercinta mereka.

Heri Ardiansyah dan Hariadin diculik bersama WN Malaysia, Jari Abdullah, di Perairan Kinabatangan, Sandakan, Malaysia, pada 5 Desember 2018. Ketiganya diculik kelompok bersenjata di Flipina Selatan saat sedang bekerja di kapal penangkap ikan SN259/4/AF. (Yan/I-1)

BERITA TERKAIT