11 April 2019, 19:36 WIB

Keluarga Korban Sandera di Filipina: Terima Kasih Pak Jokowi


Denny Parsaulian Sinaga | Internasional

KELUARGA warga negara Indonesia (WNI) yang disandera di Filipina mengapresiasi upaya pemerintah hingga membebaskan kerabat mereka.

"Terima kasih, terutama kepada Pemerintah Indonesia, bapak Presiden Jokowi, Menteri Luar Negeri Bu Retno," kata Kamalia, wakil keluarga dalam acara penyerahan secara simbolis WNI yang dibebaskan dan penyerahan jenazah di Kemenlu, Kamis (11/4).

Pihak keluarga berterima kasih atas pembebasan ini. Perhatian pemerintah sangat menenangkan mereka.

"Kepada para yang telah membantu upaya pembebasan adik kemenakan kami Heri Ardiyansyah. Terima kasih kepada KBRI di Filipina dan pemerintah Filipina dan semua pihak yang telah betusaha dan berupaya dalam pembebasan."

Baca juga: Menlu Pastikan Seluruh WNI Korban Sandera di Filipina telah Bebas

Kakak mendiang Hariadin, Saparudin mengaku telah mengikhlaskan kepergian adiknya.

"Ibu Menlu dan yang lainnya. Izinkan saya, kakak almarhum Hariadin dan keluarga besar mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada pemerintah Indonesia yang telah mengembalikan adik tercinta kami. Saya bersama istri dan anak almarhum sudah mengikhlaskan kepergian adik tercinta kami, semoga diterima di sisi Allah SWT."

Baca juga: Seorang WNI Tewas dalam Upaya Pembebasan Sandera di Filipina

Hariadin meninggalkan seorang istri dan 3 anak.

Heri Ardiansyah, 18, dan Hariadin, 45, diculik bersama seorang WN Malaysia, Jari Abdullah, di Perairan Kinabatangan, Sandakan, Malaysia pada 5 Desember 2018. Ketiganya diculik oleh kelompok bersenjata di Flipina Selatan saat sedang bekerja di kapal penangkap ikan SN259/4/AF. (X-15)

BERITA TERKAIT