11 April 2019, 19:33 WIB

Menlu Pastikan Seluruh WNI Korban Sandera di Filipina telah Bebas


Denny Parsaulian Sinaga | Internasional

KEMENTERIAN Luar Negeri memastikan seluruh 36 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera di Filipina telah bebas. Sayangnya, dalam proses pembebasan dua WNI terakhir, WNI atas nama Hariadin tewas.

"Dalam pertemuan hari ini kita bahagia karena anggota keluarga kita kembali dengan selamat. Tetapi hari ini juga kita berduka karena satu saudara kita meninggal dunia di dalam proses pembebasan sandera," kata Menlu Retno Marsudi dalam acara penyerahan secara simbolis WNI yang dibebaskan dan penyerahan jenazah di Kemenlu, Kamis (11/4).

"Hari membahagiakan juga karena proses pembebasan kali ini menandai pembebasan keseluruhan 36 WNI yang disandera kelompok bersenjata di Filipina," ujar Retno.

WNI yang meninggal dalam proses pembebasan itu adalah atas nama Hariadin. Hariadin berasal dari Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

"Yang menyedihkan bahwa di dalam proses pembebasan tersebut ialah satu saudara kita yaitu Hariadin dan seorang WN Malaysia meninggal dunia," ucap Retno. "Atas nama Pemerintah RI saya ingin mengucapkan dukacita kami yang dalam kepada seluruh keluarga atas kepergian almarhum Hariadin. Mudah-mudahan ibu dan keluarga diberikan keikhlasan dan kekuatan dalam menerima takdir ini."

Baca juga: Seorang WNI Tewas dalam Upaya Pembebasan Sandera di Filipina

Menurut Retno, pemerintah Indonesia dan Filipina sudah melakukan upaya yang terbaik untuk membebaskan sandera dalam kondisi selamat. Namun Allah berkehendak lain.

"Dan saya berkeyakinan bahwa sebagai seorang muslim, almarhum meninggal sebagai seorang mujahid karena almarhum disandera saat berjihad mencari nafkah untuk keluarga yang dicintainya."

Di akhir sambutannya, Retno mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu pembebasan sandera. "Pak Dubes, terima kasih. Teman-teman KJRI Davao, BIN. Dan semua pihak lainnya."

Hadir dalam penyerahan itu Dubes RI untuk Filipina Sinyo Harry Sarundajang dan perwakilan Pemda Wakatobi.

Heri Ardiansyah, 18, dan Hariadin, 45, diculik bersama seorang WN Malaysia, Jari Abdullah, di Perairan Kinabatangan, Sandakan, Malaysia pada 5 Desember 2018. Ketiganya diculik oleh kelompok bersenjata di Flipina Selatan saat sedang bekerja di kapal penangkap ikan SN259/4/AF. (X-15)

BERITA TERKAIT