01 July 2018, 15:20 WIB

Ribuan Orang Lawan Kebijakan Imigrasi Trump


Irene Harty | Internasional

RIBUAN demonstran berbaris di kota-kota di seluruh Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (30/6) melawan kebijakan imigrasi garis keras Presiden Donald Trump dan menuntut segera reunifikasi keluarga yang terpisah di perbatasan dengan Meksiko.

Tepat di seberang Gedung Putih, para demonstran memenuhi taman Lafayette Square dengan suasana kemarahan dan kesedihan, sebelum menuju Capitol.

Boston, Chicago, Los Angeles, New York, dan Portland juga mengalami hal yang sama dengan selebritis termasuk Alicia Keys dan Lin-Manuel Miranda hadir di Washington dan John Legend di Los Angeles.

"Kami tidak percaya pada perbatasan, kami tidak percaya pada dinding," ungkap Sebastian Medina-Tayac, dari Bangsa Indian Piscataway, menyatakan dalam bahasa Inggris dan Spanyol di awal demonstrasi 'Families Belong Together'.

Pengeras suara menyiarkan tangisan seorang anak yang terpisah dari kerabat, saat seorang ibu asal Brasil bercerita tentang terpisah dari putranya sendiri.

"Aku merindukan sembilan bulan dari hidupnya dan itu seharusnya tidak pernah terjadi," katanya yang hanya menyebut namanya sebagai Jocelyn.

Kasusnya berasal dari sebelum praktik pemisahan keluarga yang diintensifkan pada Mei.

"Malu! Malu!" kerumunan merespon pada suhu di atas 33 Celcius.

Trump dipastikan tidak dapat mendengar teriakan para demonstran karena dia menghabiskan hari di Bedminster, New Jersey, di Trump National Golf Club.

Di kota itu juga, pengunjuk rasa berkumpul di antara rombongan presiden membawa tulisan-tulisan tentang kebijakan imigrasi.

"Pencari suaka bukan penjahat," kata salah seorang demonstran.

Trump pun membela diri lewat Twitter.

"Ketika orang-orang datang ke negara kita secara ilegal, kita harus SEGERA mengawal mereka keluar tanpa melalui manuver legal selama bertahun-tahun," tulisnya.

"Undang-undang kami adalah yang paling bodoh di dunia. Partai Republik menginginkan perbatasan yang kuat dan tanpa kejahatan. Demokrat menginginkan perbatasan yang terbuka dan lemah menghadapi kejahatan!"

Dalam upaya untuk menghentikan arus puluhan ribu migran ke perbatasan AS selatan setiap bulan, Trump memerintahkan penangkapan orang dewasa yang melintasi batas secara ilegal, termasuk mereka yang mencari suaka.

Banyak yang mencoba menyeberangi perbatasan AS-Meksiko adalah orang miskin, melarikan diri dari kekerasan geng, dan kekacauan lainnya di Amerika Tengah.

Sebagai akibat dari tindakan keras Trump, anak-anak dipisahkan dari keluarga mereka, menurut gambar-gambar yang disiarkan secara luas.

Praktik itu memicu kemarahan domestik dan global.

Trump kemudian menandatangani perintah yang mengakhiri pemisahan keluarga, tetapi pengacara imigrasi mengatakan proses penyatuan kembali anak-anak dan orangtua mereka akan panjang dan kacau.

Sekitar 2.000 anak-anak tetap terpisah dari orang tua mereka, menurut angka resmi yang dirilis akhir pekan lalu. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT