26 June 2018, 10:00 WIB

Tim Trump Kini Kesulitan Makan di Luar


Basuki Eka Purnama | Internasional

APAKAH bekerja untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berarti Anda tidak bisa lagi menikmati makan malam di restoran? Tampaknya begitu.

Selama sepekan terakhir, sejumlah pejabat teras Gedung Putih menjadi sasaran protes saat mereka berada di restoran. Bahkan, juru bicara Trump, Sarah Sanders, diminta meninggalkan sebuah restoran di Virginia karena dirinya menjadi bagian dari tim Trump.

Hal itu membuat Trump marah. Dia menargetkan restoran The Red Hen di Lexington, Virginia.

Pada Jumat (22/6) malam, pemilik The Red Hen meminta Sanders dan romobongannya yang telah duduk dan memakan makanan pembuka untuk pergi setelah sejumlah staf restoran keberatan dengan kehadirannya di restoran itu.

"Saya kemudian pergi," cicit Sanders sembari menambahkan, "Aksinya lebih berbicara mengenai siapa dia bukan siapa saya. Saya selalu berusaha memperlakukan orang, termasuk yang tidak setuju dengan saya, secara terhormat. Saya akan terus melakukan itu."

Namun, sikap Trump berbeda dengan Sanders.

"Restoran The Red Hen harus fokus membersihkan kamopi, pintu, dan jendela mereka yang kotor ketimbang menolak orang baik seperti Sarah Huckabee Sanders," ungkap Trump, Senin (25/6).

"Saya selalu mengatakan jika restoran itu kotor di luar pasti kotor di dalam," imbuhnya.

Adapun pemilik The Red Hen, Stephanie Wilkinson mengatakan dirinya memilih mengedepankan prinsipnya ketimbang keuntungan.

"Saya memiliki usaha dan saya mau usaha saya maju," ujar Wilkinson kepada The Washinton Post sembari menambahkan dirinya merasa perlu melakukan perlawanan terhadap pemerintahan yang disebutnya tidak manusiawi dan tidak etis.

"Saya menjelaskan kepada Sanders bahwa restoran ini memiliki standar yang saya perlu ditegakkan, seperti kejujuran, cinta sesama, dan kerja sama," imbuhnya.

Sanders bukanlah pejabat Gedung Putih yang diusir dari restoran.

Pejabat senior Gedung Putih Stephen Miller dimaki oleh salah seorang pengunjung saat makan malam di sebuah restoran Meksiko.

Adapun Menteri Pertahanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen teroaksa meninggalkan sebuah restoran Meksiko lainnya ketika demonstran berteriak, "Memalukan!" saat dia tengah makan malam.

Miller dan Nielsen dikritik karena makan malam di sebuah restoran Meksiko saat pemerintah AS menangkapi imigran asal Meksiko di perbatasan AS dan 'Negeri Sombrero' itu. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT