21 June 2018, 14:45 WIB

Selebritas AS Lakukan Perlawanan terhadap Kebijakan Imigrasi Trump


Basuki Eka Purnama | Internasional

GEORGE Clooney dan John Legend memberikan sumbangan dalam jumlah besar ke sebuah lembaga amal sementara Bruce Springsteen melontarkan kecaman saat tampil di konser di Broadway untuk mengecam kebijakan pemisahan anak-anak imigran dari orangtua mereka yang diberlakukan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Clooney dan istrinya, Amal, mengatakan telah menyumbangkan dana sebesar US$100 ribu kepada Young Center for Immigrant Children's Right, organisasi yang bermarkas di University of Chicago yang memberi bantuan hukum kepada anak-anak imigran.

Pasangan Clooney yang memiliki yayasan yang membiayai delapan sekolah untuk pengungsi Suriah di Lebanon mengatakan mereka tidak bisa mengubah kebijakan Trump. "Namun, kami bisa membantu para korban kebijakan itu."

"Di masa depan, anak-anak kita akan bertanya. Benarkah negara kita merebut bayi dari orangtua mereka dan menjebloskan mereka ke dalam tahanan. Saat kita menjawab benar, mereka akan bertanya apa yang kami lakukan untuk mengatasi hal itu," ungkap Clooney dalam sebuah keterangan resmi.

Legend dan istrinya Chrissy Teigen mengatakan menyumbangkan dana sebesar US$288 ribu untuk American Civil Liberty Uninon untuk membantu anak-anak imigran yang dipisahkan dari orangtua mereka.

Adapun Springsteen yang pertunjukkan eksklusifnya di Walker Kerr Theatre yang berkapasitas 960 tempat duduk menjadi salah satu pertunjukkan yang diburu di Broadway berpidato sebelum membawakan lagu The Ghost of Tom Joad.

"Kita melihat hal-hal di perbatasan Amerika yang sangat mengejutkan, tidak manusiawi, dan bertentangan dengan nilai-nilai Amerika. Itu sangat memuakkan," ujar Springsteen.

"Kemudian kita melihat orang-orang berposisi tinggi di pemerintahan AS yang melecehkan nama Tuhan dan negara dengan menyebut tindakan memisahkan anak-anak dari orangtuanya adalah aksi moral," imbuhnya.

Springsteen mengacu pada Jaksa Agung Jeff Sessions yang mengutip Alkitab untuk membenarkan kebijakan imigrasi Trump.

Lebih dari 2.300 anak-anak telah dipisahkan dari orangtua mereka berkat kebijakan imigrasi pemerintah AS. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT