21 June 2018, 10:30 WIB

Maskapai Penerbangan AS Kecam Kebijakan Imigrasi Trump


Basuki Eka Purnama | Internasional

DUA maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS), Rabu (20/6), mengatakan mereka telah meminta pemerintah 'Negeri Paman Sam' itu untuk tidak menggunakan pesawat mereka untuk menerbangkan anak-anak imigran yang dipisahkan dari orangtua mereka berdasarkan kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Menghadapi kecaman dari publik, Trump, Rabu (20/6), menandatangani perintah eksekutif yang mengakhiri kebijakan memisahkan anak-anak imigran dari orangtua mereka yang dituduh memasuki wilayah AS secara ilegal.

American Airlines mengaku mereka tidak tahu bahwa pesawat-pesawat mereka digunakan untuk menjalankan kebijakan 'tanpa toleransi' Trump dan pemerintah melakukan itu tanpa memberikan informasi mengenai penumpang mereka.

"Kami sama sekali tidak mau diasosiasikan dengan memisahkan keluarga, atau lebih buruk lagi, mendapatkan untung dari hal itu," tegas American Airlines.

"Kami berharap pemerintah menuruti keinginan kami dan kami berterima kasih atas hal itu," imbuh maskapai itu.

United Airlines merilis pernyataan serupa. Eksekutif Kepala Oscar Munoz mengakui adanya laporan pesawatnya digunakan untuk kebijakan imigrasi Trump namun dirinya menegaskan tidak tahu hal itu dilakukan pemerintah.

"Perusahaan kami memiliki tujuan untuk menghubungkan manusian dan menyatukan dunia. Kebijakan ini dan pengaruhnya terhadap ribuan anak bertentangan dengan misi kami dan kami tidak mau dikaitkan dengan hal itu" ungkap Munoz.

Maskapai penerbangan ketiga Frontier Airlines juga menjauhkan diri dari kebijakan pemerintah AS itu. Mereka mengaku sebagai maskapai keluarga dan tidak bersedia memisahkan anak dari orangtua mereka. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT