Kominfo Tingkatkan Literasi Digital ASN


Faustinus Nua - 17 August 2022, 19:37 WIB

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mendorong akselerasi transformasi digital di Tanah Air. Salah satu langkah, yakni meningkatkan literasi digital masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Untuk mewujudkannya, Kominfo bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Pemprov Jawa Barat dengan menyelenggarakan kegiatan literasi digital.

"Kami mengenalkan dan mengadopsi teknologi digital, agar pembelajaran tentang 4 pilar literasi digital, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan pekerjaan ASN," ujar Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo Bonifasius Wahyu Pudjianto dalam keterangannya, Rabu (17/8).

Kegiatan literasi digital sektor pemerintahan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi digital bagi ASN di Indonesia. Peningkatan pemahaman literasi digital ASN merupakan salah satu target nasional Kominfo menuju transformasi digital di Indonesia.

Baca juga: Menkominfo Ajak Jaga Kedaulatan Digital di Momen HUT ke-77 RI

"Diharapkan, kegiatan ini mampu memberikan pencerahan dan keamanan penggunaan sistem pemerintahan yang terintegrasi untuk sistem pemerintahan dan layanan masyarakat," imbuhnya.

Kepala BPSDM Kemendagri, Sugeng Hariyono, menyebut kegiatan literasi digital bukan sakadar upaya untuk memenuhi 20 jam pelajaran bagi para ASN. Tapi juga dapat meningkatkan pengetahuan serta kecakapan teknologi digital.

"Kita berharap ini dapat meningkatkan kompetensi ASN, terutama kita punya target 50 juta masyarakat dan ASN yang cakap dalam penggunaan teknologi digital. Kami juga mengharapkan ASN dapat meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat dalam menerapkan pelayanan dan pekerjaan berbasis digital," ucapnya.

Dalam kegiatan literasi digital yang berlangsung pekan lalu, Kominfo bersama Kemendagri dan Pemprov Jabar menargetkan 24.000 ASN Provinsi Jawa Barat mendapat manfaatnya. Para ASN datang dari berbagai kota/kabupaten di Jabar untuk mengikuti kegiatan literasi digital secara hybrid itu.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, literasi digital merupakan salah satu akselerasi visi Jabar Juara dan menjadi sebuah inisiasi agar pelayanan masyarakat lebih terintegrasi secara digital.

"Kalau kita tidak mengikuti perkembangan digital, kita khawatir kita akan ditinggalkan oleh masyarakat," kata dia.

Baca juga: Kominfo Blokir 3.164 Sebaran Hoaks Vaksin Covid-19

Diungkapkannya bahwa ASN harus dapat mengikuti perkembangan era digital. Hal itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat berbasis digital dan bermanfaat untuk masyarakat. "Dengan lahirnya dunia teknologi informasi digital ini, harus bisa memanfaatkan semaksimal mungkin untuk masyarakat. Jangan sebaliknya, jadi bahaya untuk umat, seperti halnya berita hoaks dan lain-lain," tegasnya.

Adapun, berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan oleh Kominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021, disebutkan bahwa Indonesia masih berada dalam kategori 'sedang' dengan angka 3.49 dari 5.00. Berdasarkan data tersebut, literasi digital sangat diperlukan bagi masyarakat.

Dengan pengetahuan dan kemampuan literasi digital yang baik, setiap orang akan lebih kritis terhadap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan literasi digital di sektor pemerintahan merupakan salah satu inisiasi Kemenkominfo dalam mempercepat transformasi digital di Indonesia.(OL-11)

BERITA TERKAIT