Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, Masyarakat Diminta Waspada


Insi Nantika Jelita - 10 March 2022, 15:43 WIB

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, melaporkan hingga saat ini aktivitas erupsi Gunung Merapi, Jawa Tengah, terhitung masih tinggi dengan guguran terjadi rata-rata sebanyak 140 kali per hari. 

Dengan Gunung Merapi berstatus Siaga, masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya di kawasan tersebut.

Baca juga: Gunung Merapi Keluarkan Rentetan Awan Panas Guguran Hingga 5 Km

"Warga harus mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," kata Kepala Badan Geologi ESDM Eko Budi Lelono dalam keterangan resmi, Kamis (10/3).

ESDM menjelaskan, aktivitas vulkanik internal Gunung Merapi masih tinggi yang ditunjukkan oleh data seismisitas dan deformasi. Seismisitas internal (VTB dan MP) terjadi >5 kali per hari, sedangkan laju deformasi EDM RB1 sebesar 3,5 mm per hari.

"Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, maka dapat kami simpulkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi ditetapkan masih tetap pada tingkat Siaga," tambah Eko.

Dia mengungkapkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 kilometer.

"Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," lanjut Eko.

Terkait dengan aktivitas saat ini, Badan Geologi merekomendasikan agar pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi agar melakukan mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini. (OL-6)

BERITA TERKAIT