DPR Nilai Pernyataan Jokowi Soal BUMN Bentuk Dukungan Kepada Erick Thohir


Mediaindonesia.com - 18 October 2021, 21:35 WIB

ANGGOTA Komisi VI DPR Nyat Kadir mendorong Menteri BUMN Erick Thohir tak ragu melangkah untuk merestrukturisasi dan menyehatkan keuangan BUMN. Pasalnya, jelas Kadir, Presiden Joko Widodo dalam sejumlah pernyataannya di Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur mendukung Erick mengeluarkan kebijakan  penutupan BUMN yang keuangannya tidak sehat.

"Saya cukup surprise bahwa Jokowi mendukung setiap langkah yang dilakukan oleh Kementrian BUMN. Apa yg disampaikan oleh Jokowi pada saat pertemuan dgn Direksi BUMN Di Labuan Bajo adalah dukungan riil," ujarnya, Senin (18/10).

Menurut Kadir, apa yang disampaikan oleh Jokowi itu sudah sering disampaikan Erick Thohir di depan rapat kerja dengan Komisi VI. Politisi Partai NasDem ini mencontohkan kebijakan Erick yang melakukan pembubaran BUMN-BUMN yang masuk kategori sakit. "Pembubaran BUMN yang sakit sudah menjadi langkah strategis yang kami rumuskan pada saat RDP demikian juga soal PMN pemanfaatannya tidak bisa lagi main-main," tandasnya.

Selain itu, sambung dia, Erick juga telah mengeluarkan aturan ketat agar BUMN tak bisa asal meminta-minta penyertaan modal negara (PMN) seperti yang sebelumnya. Seperti diketahui, Kementerian BUMN telah mengeluarkan aturan mengenai tujuan penggunaan dana  kepada BUMN.

Penggunaan ini dibagi dalam menjadi dua, yakni untuk keperluan perbaikan struktur permodalan dan untuk peningkatan kapasitas BUMN. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2021 Tentang Pedoman Pengusulan, Pelaporan, Pemantauan, dan Perubahan Penggunaan Tambahan Penyertaan Modal Negara Kepada BUMN dan Perseroan Terbatas.

"Jadi dukungan dari Jokowi untuk langkah-langkah Kementrian BUMN benar'benar riil kami lihat dan sangat bagus supaya Menteri BUMN tidak ragu lagi karena sudah didukung Jokowi," tandasnya.

Sebelumnya Jokowi meminta BUMN yang sakit tidak usah disuntik PMN. Menurut Jokowi, karena terlalu sering diproteksi akhirnya mengurangi kemampuan untuk berkompetisi. Jokowi pun tak ingin hal-hal tersebut terjadi lagi. Bahkan, Jokowi tak sungkan menutup BUMN jika mendapat laporan BUMN sakit.

Wacana membubarkan atau menutup BUMN sakit bukanlah hal yang baru. Belum lama ini, Erick Thohir menyampaikan ada 7 BUMN yang akan dibubarkan. Langkah ini dipastikan akan dilakukan sampai akhir 2021 atau paling lambat awal 2022. Erick mengatakan, 7 BUMN itu sudah lama tidak beroperasi sehingga harus segera dibubarkan. Jika tidak, dirinya menyebut akan menjadi pemimpin yang zalim karena tak memberikan kepastian kepada pekerjanya. (Ant/OL-8)

 

BERITA TERKAIT