Warga Korban Banjir Palangka Raya Mulai Mengeluh Gatal-Gatal


Surya Sriyanti - 22 September 2021, 10:25 WIB

SEJUMLAH warga, yang pemukimannya dilanda banjir di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng ) mulai mengeluhkan gatal-gatal. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Irma Afsesta, usai memeriksa kondisi kesehatan warga, Rabu (22/9).

Menurutnya, warga yang berada di pemukiman belakang PDAM, khususnya yang berusia dewasa, mengaku banjir, yang telah terjadi selama sepekan terakhir, menyebabkan gatal-gatal pada tubuh mereka.

"Untuk itu, kami melakukan pelayanan kesehatan dari pintu ke pintu. Karena mereka ini juga kesulitan untuk akses keluar rumah  karena ingin tetap  bertahan dalam rumah," kata Irma.

Baca juga: Awal Musim Hujan, Tujuh Desa di Klaten Alami Kekeringan

Selain gatal-gatal, warga setempat juga mengeluh penyakit rematik dan asam urat. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum menemukan adanya warga yang mengalami diare.

"Ada juga beberapa warga yang ketika kita periksa, tensinya tinggi. Untuk itu, kami berikan mereka ini obat-obatan serta vitamin," ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, selama pihaknya memeriksa kondisi kesehatan warga di wilayah tersebut, pihaknya belum menemukan adanya anak-anak yang terkena penyakit akibat banjir.

"Sejauh ini, anak-anak masih dalam kondisi sehat, tidak ada yang terjangkit penyakit. Kami juga memberikan anak-anak vitamin, agar mereka tetap sehat," terangnya.

Penyakit yang kerap terjadi pada saat banjir, lanjut Irma, tidak hanya gatal-gatal serta diare saja. Penyakit ISPA juga bisa menjangkit warga yang berada di lokasi banjir.

"Untuk itu, kami meminta kepada seluruh warga yang terdampak banjir, jika mulai merasa ada gejala, baik itu diare dan sebagainya, dapat segera ke fasilitas kesehatan terdekat," pungkasnya.

Seperti diketahui, sudah sepekan ini, warga yang berada di bantaran Sungai Kahayan, Kota Palangka Raya, pemukimannya tergenang banjir setinggi 50 sentimeter. 

Bahkan, sebagian warga yang berada di jalan S Parman, belakang pasar PU terpaksa mengungsi , begitu juga warga yang berada di  Jalan Mendawai. (OL-1)

BERITA TERKAIT