Kasus Positif Covid-19 di Kudus Mulai Mereda


Akhmad Safuan - 19 June 2021, 13:00 WIB

BADAI covid-19 Kabupaten Kudus mulai mereda, meskipun masih ada pasien baru terkonfirmasi korona dan warga terpapar varian Delta India bertambah, namun tingkat kesembuhan lebih banyak dan warga meninggal dapat ditekan hingga kasus menurun.

Pemantauan Media Indonesia, Sabtu (19/6), Kabupaten Kudus masih melakukan berbagai pengetatan berbagai kegiatan warganya, dari mulai pelaksanaan jam malam, larangan makan ditempat rumah makan, penutupan obyek wisata, PPKM Mikro, hingga tidak melaksanakan ibadah Jumat serta lockdown lingkungan.

Berbagai pengetatan dilaksanakan sejak amuk covid-19 dan bahkan muncul varian baru Delta India, terbukti cukup ampuh dalam menekan kasus korona ini, secara perlahan jumlah warga terpapar covid-19 menurun setiap hari.

Namun berdasarkan hasil sample whole genone sequencing (WGS) yang diteliti Litbang UGM terdapat penambahan jumlah warga terkonfirmasi covid-19 varian Delta India (B16172) sebanyak 34 sample hingga secara keseluruhan terdapat 62 warga terpapar varian tersebut.

"Betul ada sample WGS baru yang keluar, dari 34 sample tersebut 100 persen positif varian baru Delta India," kata Bupati Kudus Hartopo.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus jumlah warga terkonfirmasi positif covid-19 hingga saat ini mencapai 1.922 orang, jumlah tersebut menurun dibanding akhir pekan lalu yang tercatat berjumlah 2.342 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo secara terpisah mengatakan jumlah pasien covid-19 di daerah ini mulai menurun dibanding sebelumnya, karena tingkat kesembuhan pasien lebih besar dibandingkan kasus baru dan tingkat kematian dapat ditekan.

Dalam sehari kemarin, lanjut Badai Ismoyo, terdapat sebanyak 237 pasien covid-19 baru, tetapi tercatat ada 256 pasien telah sembuh dan 26 orang meninggal. "Sebanyak 13 bus dikirim ke Asrama Haji Donohudan di Kabupaten Boyolali untuk menjemput pasien covid-19 yang telah sembuh," imbuhnya. (OL-13)

Baca Juga: 311 Perawat Meninggal Akibat Covid-19, PPNI: Tertinggi di Jatim

 

BERITA TERKAIT