Ledakan Dekat Kantor Partai Pro Militer Myanmar Tewaskan 2 Orang


Atikah Ishmah Winahyu - 19 June 2021, 09:55 WIB

SEBUAH truk militer Myanmar dilaporkan meledak dalam salah satu dari dua ledakan di dekat kantor partai politik yang didukung tentara di kota Yangon pada Jumat (18/6).

Seorang pejabat penyelamat senior mengatakan dua orang tewas dan enam terluka akibat peristiwa tersebut.

Ledakan menjadi lebih sering terjadi di kota-kota kecil di seluruh Myanmar belakangan ini, karena militer berjuang untuk menegakkan ketertiban setelah kudeta 1 Februari.

Simbol kekuasaan militer telah menjadi target utama dan junta menyalahkan "teroris" yang memiliki hubungan dengan pemerintah yang digulingkan.

“Truk itu diparkir di luar kantor Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) di kotapraja Tamwe Yangon,” kata situs berita Irrawaddy dan media Khit Thit, mengutip para saksi.

USDP secara luas dilihat sebagai proxy politik militer. Gambar dan rekaman video yang dibagikan secara luas di media sosial menunjukkan asap tebal mengepul dari sebuah truk yang dilalap api sekitar tiga kali tingginya.

Wakil ketua Komite Penyelamatan Yangon, Win Thu mengatakan ada dua ledakan di daerah yang sama dalam beberapa menit, yang pertama menewaskan seorang tentara dan yang kedua menewaskan seorang penumpang di taksi.

“Lima anggota pasukan keamanan dan sopir taksi terluka. Kami tidak tahu siapa yang melakukannya. Kami hanya mengambil korban luka dan jenazah menggunakan ambulans kami seperti yang diminta. Kami mengirim orang yang terluka ke rumah sakit," tuturnya.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan tersebut. Seorang juru bicara militer tidak menjawab panggilan untuk dimintai komentar.

Target

Pejabat lokal yang ditunjuk oleh junta telah menjadi sasaran pembunuhan, banyak dari mereka adalah anggota USDP, partai yang dibentuk oleh militer sebelum menyerahkan kekuasaan pada 2011.

USDP mengajukan banyak keluhan penipuan kepada pihak berwenang setelah dikalahkan oleh partai Suu Kyi dalam pemilihan November.

Militer merebut kekuasaan pada Februari, dengan mengatakan keluhan itu valid dan diabaikan.

Insiden hari Jumat menyusul ledakan beberapa kilometer jauhnya di kotapraja Bahan pada hari Kamis di lokasi pembangunan proyek kondominium mewah, 68 Residence, menurut laporan Myanmar Now.

Proyek tersebut dimiliki oleh suami dari Thet Thet Khine, seorang pengusaha dan mantan sekutu Suu Kyi yang diangkat menjadi menteri kesejahteraan sosial oleh junta beberapa hari setelah kudeta.

Myanmar Now mengatakan kelompok lokal bernama Yangon Urban Guerrilla Group telah mengaku bertanggung jawab atas ledakan hari Kamis. (Straitstimes/OL-13)

Baca Juga: Pemukim Israel Serang Rumah dan Kendaraan Warga Palestina di Selatan Nablus

BERITA TERKAIT