Ini Strategi Kemendag untuk Dongkrak Kinerja Ekspor


Fetry Wuryasti - 04 March 2021, 15:12 WIB

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) berkomitmen untuk terus mendorong ekspor melalui lima strategi. Mengingat, ekspor merupakan salah satu komponen Produk Domestik Bruto (PDB), yang dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan strategi peningkatan ekspor yang diharapkan berjalan konsisten dari tahun ke tahun. Perubahan perlu dilakukan jika terjadi perubahan pada lingkungannya.

Kelima strategi tersebut, yaitu memelihara pasar ekspor dan produk utama, serta fokus pada usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor. Kemudian, melakukan penetrasi pasar nontradisional, memanfaatkan perjanjian dagang dan reformasi regulasi, khususnya turunan dari UU Cipta Kerja.

Baca juga: Presiden: Perluas Ekspor ke Afrika, Asia Selatan dan Eropa Timur

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan mengatakan produk utama dan pasar utama ekspor Indonesia harus terus dijaga. Sebab, memiliki kontribusi yang cukup besar.

"Dari 10 negara utama tujuan ekspor, memberikan kontribusi sebesar 70% dari total ekspor Indonesia. Sementara, dari 10 produk ekspor utama Indonesia memberikan kontribusi sebesar 60% dari total produk ekspor Indonesia,” ujar Kasan dalam keterangan resmi, Kamis (4/3).

Untuk penetrasi pasar nontradisional, peran emerging market akan semakin besar di masa depan. Negara-negara emerging market akan berkontribusi sekitar 71% dari ekonomi dunia dan 51% berada di kawasan Asia.

“Selain Asia, Afrika menjadi salah satu penyumbang komoditas primer yang harganya akan tinggi. Artinya, ada persaingan untuk mendapatkan komoditas primer di kawasan Asia dan Afrika, sebagai bahan baku untuk diproduksi menjadi barang jadi oleh negara emerging market,” imbuh Kasan.

Baca juga: Hore, Beli Rumah Baru Bebas dari PPN

Kasan melanjutkan, penetrasi pasar melalui kota besar di pasar ekspor nontradisional juga menjadi perhatian. Ke depan, kota di kawasan negara emerging market berpotensi besar untuk terus tumbuh perekonomiannya.

"Oleh karena itu, dengan memanfaatkan perjanjian dagang yang sudah dimiliki Indonesia, kota besar di kawasan Asia dan Afrika akan berkontribusi besar pada masuknya produk-produk dari negara lain, termasuk Indonesia,” pungkasnya.

Untuk UKM berorientasi ekspor, Kasan menyebut Kemendag memiliki program 1.500 UKM ekspor. Pada 2020, berdasarkan data Kemendag, UKM ekspor Indonesia mencapai 83% atau sekitar 12 ribu dari eksportir nasional. Namun, kontribusi hanya 4% dari total ekspor nasional. UKM  tersebut sebagian besar berada di pulau Jawa.(OL-11)

BERITA TERKAIT