Trump Dituding Lemahkan Kekuatan Badan Keamanan


Atikah Ishmah Winahyu - 30 December 2020, 00:20 WIB

PRESIDEN terpilih Amerika Serikat Joe Biden memperingatkan kerusakan besar yang dilakukan oleh pemerintahan Trump kepada
aparat keamanan nasional serta upaya menghalangi komunikasi antara pejabat badan dan tim transisi dapat menghancurkan keamanan negara itu.

Dalam sambutannya di Wilmington, Delware, Senin (28/12), Biden mengatakan bahwa timnya dihalang-halangi saat berusahame ngumpulkan informasi yang diperlukan untuk melanjutkan transisi kekuasaan di Departemen Pertahanan serta Kantor Manajemen dan Anggaran AS.

“Saat ini kami tidak mendapatkan semua informasi yang kami butuhkan dari administrasi keluar di bidang keamanan nasional utama. Ini tidak kurang dari tidak bertanggung jawab, menurut saya,” kata Biden.

Dia memperingatkan bahwa timnya memerlukan transparansi pada proses anggaran di Departemen Pertahanan untuk menghindari  kebingungan atau kejar-mengejar yang mungkin coba dieksploitasi oleh musuh.

Dia juga mengatakan mereka membutuhkan gambaran yang jelas tentang postur kekuatan AS di seluruh dunia dan operasi negara untuk mencegah musuh.


Mengalami kerusakan

Biden mengungkapkan timnya telah menemukan bahwa lembaga-lembaga penting bagi keamanan negara telah mengalami kerusakan yang sangat besar selama masa jabatan Presiden Donald Trump.

“Banyak dari mereka telah dikosongkan dalam hal personel, kapasitas, dan moral,” katanya.

“Semua itu mempersulit pemerintah kita untuk melindungi rakyat Amerika, untuk mempertahankan kepentingan vital kita di dunia, di saat ancaman terus berkembang dan musuh kita terus beradaptasi,” ujarnya.

Minggu lalu, Biden mengatakan Departemen Pertahanan tidak akan memberi tahu banyak hal kepada timnya, dan karena itu, dia tidak memiliki pemahaman lengkap tentang cakupan dari peretasan siber yang membobol banyak sistem pemerintah baru-baru ini.

Pejabat Pentagon menyangkal karakterisasi Biden tentang pemutusan hubungan antara Departemen Pertahanan dan tim Biden. Penjabat Menteri Pertahanan Christopher Miller mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa departemennya telah melakukan 164 wawancara dengan lebih dari 400 pejabat, juga memberikan lebih dari 5.000 halaman dokumen, jauh lebih banyak daripada yang diminta oleh tim transisi Biden.

Miller juga mengatakan bahwa timnya terus menjadwalkan pertemuan untuk minggu-minggu transisi yang tersisa dan menjawab setiap dan semua permintaan informasi dalam lingkupnya. (APNews/The Guardian/I-1)

BERITA TERKAIT