Dampak Covid-19 terhadap Ekonomi


Caksono - 22 April 2020, 03:41 WIB

Klik untuk infografis lebih besar

PENYEBARAN covid-19 yang masif di hampir seluruh negara di dunia berdampak besar terhadap perekonomian global. Berbagai kegiatan bisnis dan aktivitas lain di banyak negara terpaksa ditutup atau dihentikan demi mencegah makin merebaknya virus ini. Akibatnya, banyak pekerja terkena dampak, terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Berdasarkan data dari Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economy Outlook April 2020, di antara berbagai negara yang terkena dampak pengangguran, Amerika ialah yang paling mencolok. Jumlah
pengangguran di negara itu diproyeksikan meningkat menjadi 10,4% dari total angkatan kerja pada 2020 setelah pada 2019 hanya 3,7%.

    Sementara itu, jumlah pengangguran di Indonesia juga diprediksi bertambah, dari 5,3% pada 2019 menjadi 7,5% pada 2020 dari angkatan kerja (2,2%). Peningkatan pengangguran ini memang sudah mulai terlihat. Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), di sektor formal setidaknya sudah lebih dari 189 ribuan pekerja yang terkena PHK dari 22 ribuan perusahaan, sedangkan hampir sejuta pekerja dirumahkan dari sekitar 17 ribu perusahaan. Sementara itu, di sektor informal 189.452 pekerja dari 34.453 perusahaan terkena dampak.

Mitigasi berbagai negara
Demi mendorong ekonomi agar terus bergerak positif, pelbagai negara juga melakukan mitigasi, seperti Amerika Serikat, Jerman, Britania Raya, dan Indonesia. 'Negeri Paman Sam', misalnya, menggelontorkan bantuan terbesar dalam sejarah hingga mencapai US$2,0 triliun (sekitar Rp31 ribu triliun) serta pemberian bantuan kepada perusahaan kecil, menengah, dan besar. Langkah hampir sama juga dilakukan Jerman dengan pemberian bantuan kepada perusahaan, yaitu 600 miliar euro (sekitar Rp10 ribu triliun) untuk membantu perusahaan besar, sedangkan perusahaan kecil yang menghadapi kendala likuiditas memiliki akses pinjaman 500 miliar euro (sekitar Rp8.500 triliun). Pemerintah Indonesia pun sudah melakukan mitigasi dengan anggaran total Rp405 triliun untuk berbagai bidang, terutama kesehatan.

Potensi ekonomi
Meskipun ada sektor ekonomi yang mengalami kerugian sebagai dampak dari covid-19 (lihat grafik), di sisi lain muncul banyak sektor ekonomi yang meraup banyak keuntungan. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, sektor yang yang berpotensi tumbuh di tengah pandemi ini ialah tekstil dan produk tekstil (alat pelindung diri/APD dan masker) dan alat-alat kesehatan. Selain itu, dengan adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) termasuk belajar dan bekerja dari rumah, sektor telekomunikasi, jasa logistik, serta makanan dan minuman pun diprediksi akan mendapatkan keuntungan yang besar sebagai penyokong kebutuhan masyarakat ketika melaksanakan semua kegiatan dari rumah.

BERITA TERKAIT