07 December 2022, 06:39 WIB

Teknologi DIMS untuk Anak Penderita Rabun Jauh


Litbang MI |

Miopia atau yang sering dikenal dengan mata minus atau rabun jauh adalah salah satu gangguan mata yang menyebabkan penderita kesulitan melihat benda jarak jauh dengan jelas. Gangguan mata minus juga termasuk masalah kesehatan global yang kasusnya terus bertambah hingga saat ini. Para ahli di dunia memperkirakan bahwa setengah populasi dunia akan terkena miopia pada 2050.

Kini, terdapat beberapa opsi kontrol miopia, salah satunya adalah dengan menggunakan lensa kacamata khusus terapi miopia, dilakukan dengan teknologi defocus incorporated multiple segments (DIMS).

Teknologi DIMS untuk Anak Penderita Rabun Jauh

Rabun Jauh (Miopia)
. Kondisi mata yang menyebabkan objek yang letaknya dekat terlihat jelas, sedangkan objek yang letaknya jauh terlihat kabur.

Gejala
. Sakit kepala.
. Mata berair dan cepat lelah.
. Pandangan buram saat melihat objek jauh.
. Sering menyipitkan dan mengedipkan mata.
. Suka mendekatkan objek dengan mata.
. Menggosok mata terus-menerus.
. Tidak menyadari benda jauh.
. Sulit melihat saat berkendara.

Penyebab Rabun Jauh
. Bentuk bola mata lebih panjang daripada bola mata normal.
. Kelainan pada kornea dan lensa mata.

Faktor Risiko
. Faktor genetik.
. Keadaan lingkungan.
. Faktor kebiasaan.

Prediksi Prevalensi Penderita Rabun Jauh di 2050

. Tiongkok: 65,7%
. India: 22,3%
. Amerika Serikat: 27,6%
. Meksiko: 18,6%
. Indonesia: 17,2%
. Nigeria: 16,4%
. Pakistan: 12,3%
. Bangladesh: 9,3%
. Brasil: 8,5%
. Jepang: 8,0%

Kiat bagi Orangtua untuk Anak Penderita Miopia
. Senam mata.
. Tidak menatap layar digital terlalu lama.
. Mengurangi penglihatan dekat, seperti, baca, menulis, dan main gawai.
. Pemberian istirahat 20 menit sekali. 
. Mengonsumsi suplemen yang cukup.
 

 

BERITA TERKAIT