06 June 2023, 18:30 WIB

Kendaraan Bermotor Jadi Sumber Utama Pencemaran Udara Ibu Kota


Atalya Puspa |

DIREKTUR Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin menyatakan, berdasarkan pemantauan KPBB, kendaraan bermotor memiliki andil besar dalam pencemaran udara di Ibu Kota.

"Sumbangan pencemaran dengan parameter PM2.5 dari kendaraan bermotor 57%. Jadi sumber dari kendaraan motor sangat dominan," kata Ahmad saat dihubungi, Selasa (6/6).

Ia menyatakan, berdasarkan data pemantauan kualitas udara Jakarta oleh Pemda DKI Jakarta dan juga KLHK menunjukkan kualitas udara DKI Jakarta dalam kategori tidak sehat dengan parameter dominan PM10, PM2.5, SO2, O3 dan NOx.

Baca juga: Polusi Udara di Jakarta Masih Berbahaya bagi Kesehatan

Rata-rata tahunan PM2.5 misalnya, sejak 2011 pada kisaran 40 µg/m3 dan bahkan 2019 mencapai 46,1 µg/m3 (baku mutu udara ambien rata² tahunan PM2.5 adl 15 µg/m3).

"Jadi tak perlu larut pada ranking pencemaran udara yang dibuat para pedagang, kita sudah tahu dari hasil pantauan pemerintah," ucap dia.

Baca juga: KLHK Gandeng Pemerintah Daerah Jabodetabek untuk Atasi Polusi Udara

Ia menegaskan dibanding berpaku pada hasil pemantauan kualitas udara, aksi nyata untuk mengendalikan polusi di perkotaan menjadi kunci.

Adapun, pihaknya sendiri telah melakukan berbagai aksi nyata, mulai dari melakukan riset, menyusun analisis kebijakan, menyampaikan policy paper terkait aksi pengendalian pencemaran udara, melakukan upaya hukum, melakukan kampanye/pendidikan publik untuk berpartisipasi pengendalian pencemaran udara dengan jalan kaki, bersepeda, angkutan umum massal, selalu merawat engine kendaraan dan menggunakan BBM berkualitas baik.

"Intinya kita harus beraksi untuk mengendalikan pencemaran udara, bukan hanya sibuk menambah alat pantau sebagaimana yang ditawarkan oleh para pedagang. Alat yang ada sudah sangat memadai dan memberikan informasi jika kualitas udara Jakarta dlm kategori tidak sehat lebih dalam 1 dekade ini," pungkas dia. (Ata/Z-7)

BERITA TERKAIT