08 May 2023, 22:17 WIB

Bantu Daerah Konflik, PMI Minta Perlindungan 


Joan Imanuella |

PALANG Merah Indonesia atau PMI nyatanya punya segudang peran yang beragam. Tak hanya berperan sebagai ‘bank darah’, nyatanya PMI juga berperan membantu di daerah konflik. 

“Kalau ditanya soal PMI, orang selalu bilang donor darah,” ungkap Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) H.M. Jusuf Kalla saat ditemui di Markas Pusat PMI, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Mei (8/5)

Pria yang akrab disapa JK ini menjelaskan, PMI memiliki tugas yang beragam. Tugas pokok PMI adalah membantu pemerintah Indonesia di bidang sosial kemanusiaan terutama tugas-tugas kepalangmerahan. Tugas itu meliputi kesiapsiagaan bantuan dan penanggulangan bencana, pelatihan pertolongan pertama untuk sukarelawan, pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, dan pelayanan transfusi darah. 

Baca juga: Hari Palang Merah Sedunia, PMI: Membantu dari Hati

“Penanganan bencana dan konflik tidak terjadi tiap hari, berbeda dengan donor darah,” ujar JK.

Itulah sebabnya banyak masyarakat yang selalu mengaitkan PMI dengan donor darah. JK juga menyebutkan bahwa unit donor darah di PMI terbuka 24 jam.

Baca juga: Hari Palang Merah Indonesia (PMI): Sejarah dan Tugas

Penanganan bencana yang sampai saat ini masih berjalan adalah penanganan korban gempa cianjur. Gempa yang terjadi pada 21 November 2022 dengan magnitudo 5,6 tersebut telah memakan banyak korban dan juga kerusakan bangunan.

PMI sampai sekarang masih berada di lokasi kejadian sampai artikel ini ditulis. JK mengatakan PMI akan berada di sana sampai selesai, sampai orang sudah kembali ke rumahnya dan air bersih sudah cukup. Bahkan, sudah hampir 6 bulan PMI membantu korban-korban Cianjur

“Memang begitu cara kerja kita, harus tuntas,” sambung JK. Beliau juga menceritakan saat bencana alam gunung Merapi yang meletus pada tahun 2010. PMI tinggal dan membantu korban-korban sekitar hingga setahun lebih lamanya. “Waktu Merapi setahun lebih, karena orang-orang masih tinggal di rumah darurat,” lanjut JK.

Selain itu, JK juga menjelaskan peran PMI dalam perang atau konflik

“Yang memakai cap palang merah atau bulan sabit merah tidak boleh ditembak,” jelasnya. 

PMI akan membantu pasukan yang terluka, meskipun itu adalah lawan. “Dalam keadaan darurat bencana PMI boleh masuk ke daerah-daerah yang tidak boleh dimasuki,” tambahnya.

Seperti pada konflik di Aceh, hanya ambulans PMI yang boleh masuk untuk membantu orang yang terluka. Termasuk konflik di papua yang terjadi baru-baru ini, JK menjelaskan bahwa 

“Kita bisa bantu, tapi kita minta jaminan karena kadang-kadang mereka tidak mengerti peranan Palang Merah.”  

PMI didukung oleh relawan yang terdiri dari orang-orang yang memiliki kompetensi dalam bidang medis, kesehatan, sosial, psikologi, dan logistik untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang terkena dampak bencana dan keadaan darurat.

Relawan PMI kebanyakan terdiri dari anak muda. Dengan begitu banyaknya anak muda yang tergabung baik dalam PMI maupun PMR, JK berharap agar mereka tetap penuh dengan rasa kemanusiaan saat melaksanakan tugas. (Z-10)

BERITA TERKAIT