08 March 2023, 18:37 WIB

IPDN Gelar Stadium General dengan Tiga Pembicara Pejabat Daerah


Mediaindonesia.com |

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melaksanakan kegiatan stadium general secara daring dan luring dengan mengundang Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Maluku yang diwakili oleh Kepala Bappeda Provinsi Maluku, serta Walikota Bukittinggi.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut dies natalis IPDN ke-67 yang akan digelar pada 17 Maret 2023.

Rektor IPDN, Hadi Prabowo dan para pejabat daerah Sutarmidji, Anton A. Lailossa, serta Erman Safar berbicara mengenai Strategi Kebijakan Pembangunan Daerah khususnya dalam hal Pencapaian Target Pertumbuhan Ekonomi Penurunan Tingkat Kemiskinan, Pengangguran Dan Penanganan Stunting serta masalah daerah lainnya. Stadium general ini dilaksanakan secara luring di Kampus IPDN Jatinangor dan diikuti secara daring oleh praja di seluruh kampus daerah.

Baca juga: Ribuan Praja IPDN Ikuti Pelatihan Penguatan Integritas dan Kepemimpinan

Rektor IPDN mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran didalam penerapan teori dan praktik kepada Praja. “Seorang Praja dituntut mampu memiliki dasar kepamongprajaan dengan memperkuat disiplin ilmu pemerintahan baik yang bersifat teoritis maupun empiris.” ujarnya.

Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Maluku serta Kota Bukittinggi dinilai merupakan contoh daerah yang mampu mengatasi permasalahan ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan sangat baik.

Sebagai contoh, saat ini pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat mencapai 5,01% dengan tingkat kemiskinan 6,73% dan tingkat pengangguran terbuka 4,86%.

Sementara itu Pemerintah Provinsi maluku mampu memaksimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki dengan angka pertumbuhan ekonomi yang terbilang tinggi yaitu sebesar 5,73%. “Dua strategi yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Maluku untuk mengatasi berbagai masalah publik dengan sumber daya yang terbatas yaitu dengan melakukan sinergitas baik dengan lembaga pemerintahan di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/Kota dan mengalokasikan dana di sektor basis dan non basis.” ujar Anton A. Lailossa.

Tidak ketinggalan, Bukittinggi. Walikota Bukittinggi terbilang sukses dalam menghadapi permasalahan stunting dengan turunnya angka stunting secara signifikan yang sebelumnya pada tahun 2021 mencapai 19% menjadi 16,8% pada tahun 2022.

Pelaksanaan diskusi berjalan dinamis, Praja antusias memberikan berbagai pertanyaan terutama berkaitan dengan strategi pengambilan kebijakan dalam menghadapi stunting dan permasalahan ekonomi seperti inflasi dan pemulihan ekonomi masyarakat usai pandemi. (B-4)

BERITA TERKAIT