25 January 2023, 21:53 WIB

Punya Penyuluh Kesehatan Banyak, BKKBN Optimistis Angka Stunting Bisa 14%


Andhika Prasetyo |

KEPALA  Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo optimistis target penurunan angka stunting menjadi 14% di 2024 bisa tercapai. Keyakinan tersebut didasarkan pada besarnya jumlah sumber daya manusia (SDM) yang kini bergerak sebagai penyuluh kesehatan.

Hasto mengungkapkan pihaknya memiliki 600 ribu anggota penyuluh. Mereka disebar ke 82 ribu desa di seluruh Indonesia."Jumlah desa kita itu 82 ribu. Kalau 600 ribu penyuluh dibagi ke 82 ribu desa itu masih cukup lumayan. Tim pendampingnya lumayan di satu desa," ujar Hasto di kantornya, Jakarta, Rabu (25/1).

Ia memastikan para penyuluh akan bergerak maksimal memberikan pemahaman terkait pemenuhan gizi, terutama kepada para ibu hamil dan balita, guna terus menekan angka stunting.

"Kalaupun nanti ada pelanggaran (seperti video yang viral), polisi bisa cepat bergerak. Kader BKKBN juga akan masuk untuk mengedukasi. Intinya edukasi itu penting sekali," jelasnya.

Tidak hanya terkait pemenuhan gizi, BKKBN juga akan memberi edukasi terkait kebersihan lingkungan dan gaya hidup. Langkah itu dilakukan mengingat tidak sedikit penduduk di perdesaan yang hingga kini masih buang air besar di sungai. Padahal, sungai itu juga menjadi sumber air bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Padahal sudah ada jamban, tapi masih ada yang BAB di sungai. Alasannya kalau pantatnya tidak kena air, tidak bisa BAB. Ini kan perilaku yang harus diubah. Kerja keras kita di situ," sambung Hasto.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah penderita stunting di Indonesia per akhir 2022 sebesar 21,26%.

Meski sudah turun drastis dari 37% di 2014, Jokowi menganggap angka itu masih jauh dari target 14% di 2024 mendatang.

"Hari ini kan sudah 21%. Saya yakin di akhir 2023 sudah 18%, kemudian akhir 2024 mendekati 14%," pungkaas Hasto. (OL-8)

BERITA TERKAIT