25 January 2023, 20:42 WIB

Sandiaga Ungkap Fakta Jumlah Wisatawan ke Turki Kalahkan Indonesia


Mediaindonesia.com |

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjelaskan sejumlah fakta soal penilaian tentang kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Indonesia yang kalah jauh dengan Turki, yakni terkait infrastruktur pendukung dan akses masuk.

Hal itu disampaikan Sandiaga Uno dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu, di mana ia menjawab pertanyaan Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira.

Dalam raker tersebut, Andreas menyebut kunjungan wisman ke Turki hingga Desember 2022 lalu telah mencapai 50 juta wisman. Capaian tersebut dinilainya masih jauh dibandingkan Indonesia yang hingga November 2022 baru mencapai 4,58 juta wisman.

"Turki itu mereka Desember sudah hampir 50 juta turis. Ini angka yang dibanding kita jauh sekali. Ini luar biasa. Tapi okelah, kita harus tetap berjuang perbaiki bagaimana meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia," kata Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Sandiaga Uno mengatakan Turki bisa mencapai angka kunjungan wisman bukan dalam waktu singkat.

Ia juga menilai Turki telah melakukan upaya luar biasa untuk mendukung sektor pariwisata salah satunya dengan membangun infrastruktur dasar berupa bandar udara. "Saya menggarisbawahi Turki itu bisa mencapai 50 juta tentunya bukan dalam waktu yang singkat tapi mereka berinvestasi secara luar biasa dimulai dari infrastruktur dasar seperti airport," katanya.

Di sisi lain, Turki merupakan negara yang bisa diakses dengan mudah melalui jalur darat. Terlebih posisinya yang terletak di antara benua Asia dan Eropa. "Turki ini juga bisa dijangkau dengan jalan darat sementara kita yang bisa jalan darat ini hanya Timor Leste dan Malaysia dan itu terbatas," katanya.

Lebih lanjut, Sandiaga Uno memaparkan pemerintah terus mendorong pariwisata yang berkualitas.

Ia pun mengatakan angka target kunjungan wisman yang telah dicapai pemerintah tidak asal hitung melainkan dihitung dengan berbagai basis data. "Berkaitan dengan penghitungan wisatawan mancanegara, BPS menggunakan beberapa data poin yaitu data imigrasi by nationality dan pintu masuk utama wisatawan mancanegara reguler itu di Ngurah Rai, Soekarno-Hatta dan Kepri itu jumlahnya ada 72,3 persen. Sementara wisatawan mancanegara yang dihitung menggunakan metode mobile positioning data (MPD) mencakup 27,7 persen," katanya.

Sandiaga Uno mengatakan, dari perhitungan tersebut, diketahui bahwa spending atau pengeluaran wisatawan asing reguler, yaitu wisatawan di wilayah perbatasan, ternyata terus meningkat khususnya setelah pandemi. (Ant/OL-12)

 

BERITA TERKAIT