22 January 2023, 19:27 WIB

Vaksinasi Booster Pertama dan Kedua Jadi PR Berat pemerintah


M. Iqbal Al Machmudi |

VAKSINASI booster pertama dan kedua menjadi PR pemerintah yang cukup berat karena mengejar target 234 juta orang sangat sulit.

"Mau tidak mau PR pemerintah sangat besar yakni vaksinasi covid-19 booster pertama dan kedua. Vaksinasi paralel reguler, booster 1, dan 2 harus dilakukan karena untuk melindungi kelompok rawan yakni lansia, kemudian juga pelayanan publik seperti tenaga kesehatan," kata Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman saat dihubungi, Minggu (22/1).

Berdasarkan laporan Satgas Covdi-19 per 21 Januari 2022 vaksinasi booster pertama baru 69 juta orang, dan booster kedua 1,2 juta orang.

Baca juga: Survei: Ternyata Banyak Masyarakat Yang Belum Tahu PPKM Dicabut

Sementara angka penularan masih cukup stabil yakni penambahan kasus 238 per hari, kemudian angka kematian hanya 5 kasus.

Menurutnya vaksinasi booster kedua ini sudah tepat untuk diselenggarakan saat ini karena jarak waktu dengan  vaksin booster pertama sudah lama. Kemudian booster kedua juga untuk melindungi lansia serta pelayan publik.

"Banyak masyarakat juga yang mendapatkan booster pertama saja sudah lama atau lebih dari 5 bulan, sehingga pekerja publik seperti nakes tersebut menjadi rawan terpapar karena mereka yang sangat dekat dengan masyarakat," ujar Dicky.

"Kemudian lansia juga sangat perlu booster kedua ini jika terpapar maka bisa memperparah kondisi tubuhnya," tambahnya.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan booster kedua dapat diberikan kepada semua masyarakat umum usia 18 tahun ke atas mulai 24 Januari 2023.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang memang belum divaksinasi ataupun vaksinasinya belum lengkap, agar secepatnya dilengkapi. Jangan menunda dan jangan pilih-pilih vaksin, karena vaksinasi terbaik adalah vaksinasi yang dilakukan sekarang juga," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Muhammad Syahril. (H-3)

BERITA TERKAIT