22 January 2023, 16:03 WIB

Menko PMK: Tablet Tambah Darah Sejak Remaja Jadi Strategi Panjang Penurunan Stunting


M. Iqbal Al Machmudi |

STRATEGI jangka panjang penurunan angka stunting dari pemerintah yakni dengan lebih memperhatikan sektor hulu di mana para remaja putri diberikan tablet tambah darah dan memperhatikan pola makannya.

"Strategi kita dalam jangka panjang, perlu di sisir dari yang paling hulu yaitu para remaja putri di mana nantinya akan melahirkan sehingga perlu ditambah asupan gizinya agar terhindar dari berbagai macam penyakit yang menyebabkan stunting," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Minggu (22/1).

Permasalahan dalam kemiskinan ekstrem dengan stunting saling beririsan satu sama lainnya. Dilihat dari data di lapangan, sebanyak 58% penduduk Kemiskinan Ekstrem berpotensi melahirkan anak stunting.

Baca juga: Komnas Perempuan Desak Percepatan RUU PPRT untuk Disahkan

Maka dari itu, seluruh perangkat daerah wajib mengetahui jumlah ibu hamil termasuk status gizi dan kondisi keluarganya.

"Diharapkan setiap kepala desa, lurah, dan jajaran perangkat desa mengetahui jumlah dan posisi ibu hamil di desanya, termasuk status gizi dan kondisi keluarga," tegas Muhadjir.

Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap 25 Januari, merupakan momentum penting menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen berbagai pihak bersama membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi melalui gizi seimbang dan produksi pangan berkelanjutan.

Angka stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 24,4% (SSGI 2021), walaupun terjadi penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 27,7% (SSGI 2019) namun masih butuh upaya untuk mencapai target penurunan stunting pada tahun 2024 sebesar 14%.

Tren data SSGI 2019-2021, menunjukkan stunting terjadi sejak sebelum lahir, dan meningkat paling banyak pada rentang usia 6 bulan 13,8% ke 12 bulan 27,2% (SSGI 2019). Dari data tersebut kita dapat melihat pentingnya terpenuhi gizi ibu sejak hamil, menyusui dan gizi pada MP-ASI balita.

Gizi ibu hamil penting untuk mencegah stunting yang saat lahir yang sudah 23% . Kondisi stunting saat lahir dapat terjadi akibat kekurangan gizi dan anemia saat remaja sampai saat kehamilan. (H-3)

BERITA TERKAIT