06 December 2022, 21:50 WIB

UT dan Pemprov Kaltara Kolaborasi Hasilkan SDM Berkualitas


Syarief Oebaidillah |

UNIVERSITAS Terbuka (UT) menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk pengembangan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) di provinsi termuda itu.

Kolaborasi dikukuhkan lewat penandtanganan nota kesepahaman (MoU) antara Rektor UT Ojat Drojat dengan Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (6/12)

“Kedatangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara ini diharapkan nantinya akan meningkatkan kompetensi para pegawai dengan cara peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas pendidikan masyarakat dan Aparatur Sipil Negara Provinsi Kalimantan Utara serta peningkatan pemanfaatan sumber daya dan fasilitas yang ada,” ujar Ojat..

Sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pendidikan jarak jauh (PJJ), UT memiliki kantor wilayah untuk menjangkau pelayanan pendidikan ke seluruh pelosok tanah air. Saat ini tercatat ada 39 kantor wilayah UT yang biasa disebut Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ).

Dengan jangkauan yang luas di berbagai daerah penting bagi UT untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah di Indonesia dalam berbagai bidang. UPBJJ-UT termuda adalah Tarakan yang didirikan pada tahun 2016. Tarakan merupakan kota yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara. Pada 23 Agustus 2021, gedung UPBJJ-UT Tarakan yang terletak di Jl. Mulawarman No.234, Karang Anyar, Tarakan Barat, Kota Tarakan.

Baca juga : Kemendikbudristek Dorong Inovasi Pendidikan Vokasi Penuhi Ekosistem Kendaraan Listrik

“Kerja sama antara UT dan Pemprov Kalimantan Utara ini akan  semakin memperkuat layanan UT bahkan sampai menjangkau pulau Sebatik sebagai pulau terluar,” ujar Ojat.

Sebagai provinsi termuda, Kalimantan Utara sangat membutuhkan SDM berkualitas untuk membangun daerah. Apalagi dalam waktu dekat sudah terjadwal sejumlah mega proyek yang akan dijalankan, diantaranya Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) seluas 30 ribu hektar, pembangkit listrik tenaga air berkekuatan 22 ribu megawatt dan pemerataan pembangunan lainnya, sangat membutuhkan tenaga kerja terampil.

“Saya inginnya tenaga kerja yang membangun Kalimantan Utara nanti itu ya masyarakat setempat. Makanya mereka perlu mendapat ilmu dan keterampilan sesuai kebutuhan,” ujar Zainal.

Untuk itu sejumlah kerja sama beasiswa dengan perguruan tinggi dilakukan secara masif. Tahun ini jumlahnya mencapai lebih dari 500 beasiswa di 10 perguruan tinggi, termasuk di UT.

“Selain pendidikan keguruan untuk mentransformasikan ilmu, juga dibutuhkan tenaga ahli bidang sains dan maritim. Prodi-prodi di bidang itu yang kami butuhkan,” imbuh Zainal.

Kalimantan Utara menggelontorkan anggaran sebanyak Rp15 miliar untuk program beasiswa. (OL-7)

BERITA TERKAIT