03 December 2022, 22:38 WIB

PGRI: Jangan Lupakan Kesejahteraan Guru


Faustinus Nua |

WAKIL Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dudung Abdul Kodir mengungkapkan apresiasi atas kehadiran Presiden Joko Widodo dalam acara puncak peringatan Hari Guru Nasional, sekaligus ulang tahun PGRI ke-77, Sabtu (3/12) di Semarang, Jawa Tengah. Kedatangan Presiden untuk bertemu langsung dengan sekitar 20 ribu guru yang hadir merupakan sebuah penghargaan besar dan kebanggaan bagi para guru.

Dudung mengatakan bahwa pesan Presiden agar kualitas guru terus ditingkatkan merupakan sebuah keniscayaan. Dikatakan, di era moderen dengan perkembangan teknologi digital yang begitu pesat, mau tidak mau para guru harus bisa beradaptasi agar tidak ketinggalan zaman dalam mengembangkan proses pembelajaran.

Meski demikian, dia mengingatkan bahwa tidak hanya kualitas guru yang harus ditingkatkan. Saat ini ada banyak guru dengan pendapatan yang begitu rendah, sehingga dia pun berharap pemerintah serius meningkatkan kesejahteraan para guru.

"Saya sepakat bahwa guru harus meningkatkan kualitasnya, guru harus mengembangkan kompetensinya tapi jangan lupa bahwa guru-guru pun harus disejahterakan, harus dimuliakan, harus dilindungi, dimartabatkan," ujarnya, Sabtu (3/12).

Menurutnya, para guru memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendidik anak bangsa. Guru juga memiliki kesadaran untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensinya. 

Hal itu terbukti selama pandemi Covid-19 para guru telah berjuang dengan luar biasanya untuk tetap menghadirkan pembelajaran yang berkualitas bagi para siswa. Dengan kreatidan inovasi dalam keterbatasan, mereka berusaha untuk terus adaptif.

Lebih lanjut, Dudung menyampaikan bahwa dalam upaya meningkatkan kualitas guru, khususnya terkait kemampuan di bidang teknologi digital, ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Berdasarkan data yang dimiliki PGRI, 35% guru di Indonesia berusia di atas 50 tahun. Hal itu tentu menjadi tantangan tersendiri untuk mengupgrade pengetahuan teknologi digital mereka.

"Ini memberi tantangan tersendiri bahwa ketika menangani guru-guru yang usianya di atas 50 tahun terkait dengan bagaimana teknologi informasi dalam pembelajaran, harus dengan penuh kesabaran," ucapnya.

Sementara bagi guru-guru muda tentu tidak sulit dalam meningkatkan kemampuan teknologi mereka. Sebab, kata Dudung, para guru muda sudah lebih familiar dengan teknologi digital.

Ditambahkan, yang perlu diupayakan pemerintah adalah akses digital yang adil bagi semua guru dan siswa di Tanah Air. Dengan kesejahteraan yang baik, akses teknologi yang terjangkau, upaya peningkatan kualitas guru bisa berjalan sesuai harapan. (OL-15)

BERITA TERKAIT