30 November 2022, 13:50 WIB

Imunisasi Siswa SD Digalakkan lewat UKS


Naufal Zuhdi |

PEMERINTAH melakukan program imunisasi ulangan pada anak usia sekolah dasar atau sederajat (MI/SDLB) yang pelaksanaannya serentak di Indonesia dengan nama Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Kegiatan BIAS merupakan upaya Kemendikbud-Ristek meningkatan kualitas kesehatan peserta didik, hal yang secara mendasar terus dilakukan melalui pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, Iwan Syahril mengatakan bahwa UKS merupakan segala usaha yang dilakukan dalam meningkatkan kesehatan peserta didik pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan mulai dari PAUD/TK, SD, SMP dan SMA/SMK dan yang sederajat.

"UKS dilaksanakan dengan tiga pilar kegiatan utama, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah," ujarnya dalam kegiatan "Semarak Sehat Imunisasi, Sehat Anak Negeri" yang digelar di SDN 05 Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (30/11).

Baca juga: KLHK: Luas Karhutla 2022 Turun 35,84%

Baca juga: WHO: Cacar Monyet Punya Sebutan Baru

Dikatakan oleh Ditjen PAUD Dikdas dan Dikmen, kaitannya dengan pelayanan kesehatan, salah satu yang harus dilakukan adalah imunisasi. Pemberian imunisasi bagi anak usia sekolah ini merupakan komitmen pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perwujudan kesehatan masyarakat sejak dini.

"Melalui kesempatan ini kami menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah ini. Mari kita dukung bersama pelaksanaan imunisasi bagi anak sekolah ini, untuk mewujudkan anak-anak Indonesia yang sehat, kuat, cerdas dan berkarakter," lanjut Iwan.

Di sisi lain, Direktur Sekolah Dasar, Muhammad Hasbi dalam laporannya mengatakan tidak dapat dipungkiri kondisi siswa sejak sebelum pandemi covid-19 banyak peserta didik kita yang mengalami masalah kesehatan yang cukup memprihatinkan, dan kondisi ini diperparah setelah masuknya pandemi covid-19.

"Tingkat kekebalan (titer antibody) seseorang terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) akan turun seiring dengan bertambahnya usia, sehingga diperlukan imunisasi booster (lanjutan) agar tingkat kekebalan dapat ditingkatkan kembali," ujar Hasbi.

Untuk menangani hal tersebut dan untuk meningkatkan status kesehatan peserta didik, Kemendikbud-Ristek telah meluncurkan Kampanye Sekolah Sehat pada tanggal 23 Agustus 2022. Kampanye Sekolah Sehat merupakan bagian dari upaya peningkatan status Kesehatan peserta didik melalui Sehat Gizi, Sehat Fisik dan Sehat Imunisasi di satuan pendidikan. (H-3)

BERITA TERKAIT