30 November 2022, 10:32 WIB

Peringatan HKN 2022 Momen Dorong Peningkatan TKDN Alkes


mediaindonesia.com |

ACARA Puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 di DKI Jakarta Tahun dilaksanakan di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (29/11
Bersamaan peringatan HKN 2022, Pj Gubernur Prov DKI Jakarta, Heru Budi Harton turut menyoroti  tantangan kesehatan masih dihadapi Indonesia.

Untuk menjawab tantangan kesehatan dapat diprediksi, Heru mengatakan, kolaborasi dengan berbagai perusahaan penting dilakukan. Termasuk, soal pemenuhan alat-alat kesehatan (alkes) dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) alkes.

"Ini penting bagi kita dan Alhamdulillah juga banyak industri alat-alat kesehatan yang sekarang ini sudah hampir mayoritasnya kandungan negerinya itu sudah dominan 40% ke atas," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Gakeslab Indonesia atau Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia, Provinsi DKI Jakarta Rd. Kartono Dwidjosewojo mengatakan pihaknya untuk melakukan business matching untuk menyelaraskan antara pengguna dalam hal ini dinas kesehatan, puskesmas, dan jajarananya dengan pengusaha alat kesehatan agar yang diminta sesuai dengan progam pemerintah. 

Baca juga: Gakeslab dan Surveyor Indonesia Kerja Sama Dukung Kemandirian Alkes di Tanah Air

"Di Gakeslab, kami menaungi industri dan distribusi alat kesehatan sesuai peruaturan. Kami melakukan serangkaian pelatihan untuk produksi dan distribusi alat kesehatan yang sesuai standar Kemenkes," jelas Kartono. 

"Dari Dinkes juga ada rangkaian pelatihan namanya penanggung jawab teknis maupun acara distribusi alat kesehatan yang baik, cara produksi alkes yang baik, yang semua jadi program pemerintah sebagai dasar," ujarnya.

"Kami sebagai pengusaha-pengusaha mengikuti aturan yang sama derajatnya dengan satu dan yang lain perusahaan. Jadi, semua punya standarisasi yang sama yang dibuat Kemenkes," kata dia.  

Kartono juga mengungkapkan, akan terus mendukung program pemerintah guna mendorong penggunaan alat kesehatan lokal dan tak bergantung pada impor. 

"Terutama, dari sini kami mengikuti. Kami bernaung di bawah bersama Dinkes DKI. Upaya kami tentunya jangan lagi keluar negeri (alkes), karena fasilitas di DKI cukup mapan dan mumpuni," imbuh Kartono

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Widyastuti, MKM, turut menyoroti terkait jumlah alat kesehatan dalam negeri yang sudah digunakan di DKI Jakarta. 

"Tentu kalau berhitung satu per satu kami harus lihat data lagi. Tapi pada prinsipnya, kami mengikuti instruksi Presiden bahwa komponen atau alkes yang kita pilih harus mengandung TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) terstandar," jelasnya. 

"Kemudian turunan regulasi tadi, telah dikeluarkan juga instruksi Sekda. Itu jadi pegangan kota dalam rangka pengadaan alkes di Jakarta," jelas dr.Widyastuti. (RO/OL-09)


 

BERITA TERKAIT