30 November 2022, 09:00 WIB

Diapresiasi, Kerjasama Kemenhan RI-WHO tentang Kesiapan Operasi Darurat Kesehatan


mediaindonesia.com |

MENTERI Pertahanan Prabowo Subianto menandatangani kesepakatan antara pemerintah Indonesia dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), untuk membentuk pusat pelatihan multinegara guna kesiapan operasional darurat kesehatan dan tim medis darurat di Universitas Pertahanan RI.

Nota Kesepahaman itu ditandatangani Menhan Prabowo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus disaksikan oleh Menko Polhukam Mahfud MD mewakili Presiden RI, di sela pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Nusa Dua, Bali beberapa waktu lalu.

"Memiliki tim medis darurat yang terampil adalah bagian dari solusi, tetapi melatih tim ini membutuhkan investasi yang substansial, fokus yang berkelanjutan, dan dukungan spesialis, yang tidak dapat diakses oleh semua negara secara mandiri. Hal ini membuat kerja sama multi-negara menjadi vital," kata Prabowo, dalam keterangan tertulisnya.

Menanggapi hal ini, Pimpinan DPRD Tangerang Kota menilai langkah Menhan Prabowo Subianto menginisiasi pusat pelatihan multinegara guna kesiapan operasional darurat kesehatan dan tim medis darurat di Indonesia sudah sangat tepat.

Wakil Ketua DPRD Tangerang Kota, Turidi, mengatakan tujuan dari kesepakatan ini adalah meningkatkan kapasitas Indonesia, negara-negara Asia, dan negara di sekitarnya untuk dapat bertindak cepat ketika terjadi keadaan darurat.

“Pertama langkah Pak Probowo sangat tepat, agar kita lebih aman dan kuat menghadapi situasi dan kondisi krusial atau genting yang dapat datang sewaktu-waktu, seperti Pandemi Covid-19. Insya Allah kedepan bangsa kita siap,” kata Turidi kepada wartawan, Selasa, 29/11/2022.

Menhan Prabowo benar, lanjut Turidi, pembentukan pusat pelatihan ini menjadi upaya bagi permasalahan kesenjangan penanganan pandemi di berbagai daerah, terutama dalam kesiapan personel.

Turidi menegaskan bahwa ancaman kesehatan, dalam hal ini penyakit, merupakan ancaman terbesar. Adapun perang melawan penyakit seperti yang telah dilaksanakan dalam mengatasi pandemi COVID-19, memang harus dilakukan bersama-sama.

"DPRD Tangerang Kota meyakini kerja sama ini mampu meningkatkan kesiapan Indonesia dan negara-negara lainnya dalam menghadapi keadaan darurat serta meningkatkan kapasitas dan kesiapan untuk menghadapi pandemi yang mungkin terjadi pada masa mendatang," pungkas Turidi.

Nota Kesepahaman yang ditandatangani memuat berbagai hal, di antaranya cara kerja sama dan kolaborasi antara Indonesia dan WHO.

Pusat pelatihan multinegara akan memungkinkan Indonesia dan negara-negara lain untuk memiliki pelatihan pelengkap melalui paket pelatihan baru yang inovatif, termasuk latihan simulasi.

Pelatihan akan mencakup berbagai bidang, termasuk mengelola keadaan darurat kesehatan masyarakat, manajemen medis dan logistik, serta dampak medis, sosial, dan ekonomi dari keadaan darurat.

Turut hadir dalam penandatanganan MoU ini, Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara Dr. Poonam Khetrapal Singh, perwakilan negara WHO untuk Indonesia Dr. N. Paranietharanand dan pejabat di lingkungan Kemhan, Kemkes, Kemlu, dan Unhan RI. (RO/OL-13)

Baca Juga: Teknologi Sorbact untuk Cegah Resistensi Antibiotik

BERITA TERKAIT