29 November 2022, 14:20 WIB

Pola Pendidikan Inspiratif dari Seorang Guru di Binjai


Iedya Fadillah, Kasi Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Binjai |

BELAJAR merupakan proses keterlibatan panca indera secara sadar dan berdaya. Keterlibatan inilah yang akan mencipta memori dalam pembelajaran. Penting bagi seorang guru untuk dapat mengetahui dan juga memahami karakteristik anak didiknya agar mampu menyesuaikan minat, profil dan tingkat kesiapan belajar mereka.

 Mengingat bahwa setiap siswa merupakan pribadi yang unik dan memiliki potensi keberagaman, seorang guru dituntut untuk dapat mendesain pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Inilah prinsip pembelajaraan berdiferensiasi yang diterapkan Harisdayani, S.Pd., M.Pd, dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 2 Binjai, Sumatra Utara.

 Harisdayani atau lebih akrab disapa Yani membuat sebuah inovasi dalam pembelajaran dengan judul Wujudkan Merdeka Belajar dengan Games Bahasa Inggris (Praktik Baik Pembelajaran Berdiferensiasi). Hal inilah yang mengantarkan Yani menjadi Guru Inspiratif Terbaik ke-3 Jenjang SMP Se-Indonesia pada ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Inspiratif yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia untuk menyemarakkan Hari Guru Nasional 2022.

Bukan perkara mudah bagi Yani bisa menembus posisi tersebut. Setidaknya ia harus melewati tiga tahap seleksi yang diikuti ratusan guru di Indonesia.

 “Saya bersyukur bisa mendapatkan penghargaan karena mengikuti kegiatan ini hanyalah untuk berbagi karya terbaik dalam pembelajaran kelas yang telah dilakukan selama ini,” papar Yani di Binjai, Sumatra Utara, beberapa waktu lalu.

Yani berharap pencapaiannya dapat membawa angin segar bagi dunia pendidikan di Sumatera Utara khususnya Kota Binjai, wilayah yang dijuluki kota rambutan. Ia juga menuturkan bahwa ajang ini telah menyalakan api semangat baru untuk mampu menjadi inspirasi bagi diri sendiri, murid, guru dan lingkungan sekitar.

 Lahir di Lhokseumawe, Aceh 34 tahun lalu, ibu dua anak ini tumbuh di bawah asuhan orang tua yang gigih dan penuh semangat. Pada usia 18 tahun, Yani meninggalkan kota kelahirannya dan memulai kehidupan di Kota Medan untuk menjemput impian dan cita-citanya menuntut ilmu di Universitas Negeri Medan jurusan pendidikan bahasa Inggris.

Lulus sebagai seorang aparatur sipil negara di dunia pendidikan pada 2010, membuatnya ingin terus mengeksplor diri dengan melanjutkan pendidikan pascasarjana  jurusan administrasi pendidikan di Universitas Negeri Medan.

Perjalanan panjang menempuh pendidikan menjadikan perempuan berdarah Batak ini kuat dan pantang menyerah serta terbiasa menghadapi tekanan. Ini jugalah yang menjadi motivasi bagi Yani untuk dapat memberikan yang terbaik bagi siswanya dengan terus melakukan inovasi-inovasi yang sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman yang ada. Inovasi yang diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah agar semakin baik dan berdampak pada murid sehingga kualitas pendidikan semakin maju. (O-2)

 

BERITA TERKAIT