29 November 2022, 13:15 WIB

12.553 Anak di Bawah 14 Tahun Positif HIV, Tertular sejak Dalam Kandungan


M Iqbal Al Machmudi |

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menjabarkan terdapat permasalahan pencegahan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) di masyarakat.

"Tantangan penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia cukup besar. Berdasarkan pengamatan data tahun 2018-2022, tampaknya upaya pencegahan penularan HIV, khususnya pada perempuan, anak, dan remaja belum optimal. Sebagian besar kasus HIV berada di kelompok umur 25-49 tahun," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Imran Pambudi dalam Press Briefing: Hari AIDS Sedunia 2022, Selasa (29/11).

Kemudian setiap tahunnya masih ditemukan anak dengan HIV yang menunjukkan bahwa upaya pencegahan penularan ibu ke anak masih memerlukan penguatan.

HIV pada anak Indonesia pada usia kurang dari 4 tahun dominan pada anak dengan HIV. Total 12.553 anak usia 14 tahun ke bawah dengan status HIV pada 2010-September 2022 dengan dominasi oleh anak laki-laki.

"Penyakit ini diidap oleh anak biasanya menular dari orang tuanya yang lebih dulu mengidap HIV sehingga menularkan kepada anak saat masih di dalam kandungan," ungkapnya.

Dari jumlah 12.553 anak yang tertular HIV, baru 4.764 anak yang on terapi antiretroviral (ARV). Sehingga retensi pengobatan ARV yang masih rendah menjadi permasalahan lain yang menjadi perhatian bersama.

Imran mengatakan tantangan besar lainnya dalam penanggulangan HIV-AIDS adalah masih dirasakannya ketidaksetaraan dalam layanan HIV khususnya pada perempuan, anak, dan remaja, serta masih dirasakannya stigma dan diskriminasi yang berawal dari kurangnya pengetahuan masyarakat tentang HIV-AIDS.

"Diperlukan dukungan semua pemangku kepentingan untuk mengatasi tantangan tersebut. baik oleh pemerintah Pusat dan daerah, akademisi/praktisi, masyarakat, swasta. dan media di sektor kesehatan dan di luar sektor kesehatan," katanya.

Meski demikian dalam kurun waktu 2010-2020, telah terjadi kemajuan dalam penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia. Terjadi penurunan infeksi baru HIV, sebagai dampak akselerasi pengendalian yang berfokus pada intervensi pencegahan dan ekspansi berskala besar ARV. Namun demikian disadari bahwa penurunan infeksi baru ini masih belum mencapai target penurunan yang diharapkan.

"Terjadinya Pandemi covid-19 sejak 2020 telah nyata memperlambat upaya eliminasi HIV-AIDS tahun 2030. Tujuan penanggulangan HIV-AIDS adalah mengakhiri epidemi HIV pada tahun 2030, yang ditandai dengan tercapainya Three Zero, yaitu zero infeksi baru HIV, zero kematian terkait AIDS, dan zero stigma diskriminasi." jelasnya.

Jalur cepat yang ditempuh Indonesia untuk mengakhiri epidemi HIV adalah dengan mencapai target indikator 95% Orang Dengan HIV (ODHIV) mengetahui status HIV yang diidapnya, 95% ODHIV diobati, dan 95% ODHIV yang diobati mengalami supresi virus atau mengalami penurunan jumlah virus dalam darah.

Berdasarkan data September 2022, capaian target 95-95-95 Indonesia belum optimal, yaitu 79% untuk target 95 pertama, 41% untuk 95 kedua, dan 16% untuk 95 ketiga.

Diketahui HIV merupakan virus yang menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Sedangkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) yaitu sekumpulan gejala penyakit akibat menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV.

Infeksi HIV masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional. Kasus HIV di kawasan Asia Tenggara menyumbang 10% dari total beban HIV di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia prevalensi HIV di sebagian besar wilayah adalah 0,26%, sementara di Papua dan Papua Barat mencapai 1,8%. (H-2)

BERITA TERKAIT