25 November 2022, 21:49 WIB

Seperti Manusia, Binatang Piaraan Butuh Vaksinasi


Mediaindonesia.com |

VAKSINASI bukan cuma penting untuk manusia, tetapi juga untuk kesehatan binatang piaraan. Karenanya, ketika memelihara hewan, konsep yang harus dipahami sejak awal ialah hewan bukan barang, melainkan makhluk hidup, sehingga aspek kesehatan pun harus diperhatikan.

Itu dikatakan drh. Muhammad Reza Ramadhani dari Institut Pertanian Bogor. "Pemberian vaksinasi untuk kesehatan hewan akan menjadi hal mendasar juga untuk dilakukan," kata Reza. 

Sama seperti efeknya untuk manusia, vaksinasi pada hewan diberikan untuk meningkatkan ketahanan tubuh menghadapi berbagai penyakit. Ketika virus-virus penyakit menyerang, hewan piaraan seperti kucing dan anjing yang sudah mendapatkan vaksin bisa menghadapinya. "Pun apabila terkena, kemungkinan untuk pulih akan lebih besar," ujar Reza.

Vaksin yang bisa diberikan kepada kucing, misalnya, meliputi vaksin rabies untuk melindungi dari virus rabies, vaksin Feline
Calicivirus untuk melindungi dari virus yang menyebabkan saluran pernapasan terganggu, hingga vaksin FPV atau feline panleucopenia untuk melindungi dari virus Parvorirus yang mudah menular.

Selain vaksinasi, hewan piaraan seperti kucing dan anjing juga perlu diberikan obat anticacing dan antiektoparasit. Keduanya merupakan obat yang bebas dibeli dan dapat diaplikasikan sendiri. Namun akan lebih baik bila dilakukan konsultasi dengan dokter hewan sebelumnya.

Dokter Hewan Direktorat Polisi Satwa, Kelapa Dua, Depok drh. Nadia Kamila Putri menjelaskan memberikan obat anticacing pada hewan dapat membantu mencegah penularan penyebaran cacing ke manusia. "Tentu ini perlu diimbangi dengan minum obat anticacing bagi pemeliharanya juga, agar tidak menularkan cacing ke hewan piaranya," kata Nadia dalam surel. 

Antiektoparasit (kutu) dapat membantu pencegahan parasit darah pada hewan piaraan. Menurut Nadia, penyakit parasit darah merupakan bom waktu bagi hewan piaraan karena baru akan ketahuan ketika kondisinya sudah parah. 

Penyakit ini disebarkan oleh kutu pada hewan. Namun, manusia tidak perlu khawatir karena kutu tidak menular ke manusia. Namun pada seseorang yang memiliki alergi, efeknya bisa menimbulkan rasa gatal atau ruam. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT