25 November 2022, 21:44 WIB

Meraih Manfaat Program SMK PK, Cetak SDM Siap Kerja


Syarief Oebaidillah |

PROGRAM Merdeka Belajar episode kedelapan tentang Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) telah diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi di Jakarta pada 17 Maret 2021 lalu oleh Menteri Nadiem Makarim.

Program SMK PK merupakan perwujudan visi Presiden Joko Widodo terkait pembenahan pendidikan vokasi sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Program ini bertujuan guna menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja.

Sekolah yang terpilih program SMK PK diharapkan menjadi rujukan serta melakukan pengimbasan untuk mendorong peningkatan kualitas dan kinerja SMK di sekitarnya.

Terkait hal itu, Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbudristek melakukan kunjungan ke dua SMK PK, yakni SMK Presiden dan SMKN 1 Mundu di Kota Cirebon, Jawa Barat, belum lama ini .

Kepala SMK Presiden Ichwanudin mengutarakan sejak didirikan 7 tahun lalu pihaknya telah mendapat kepercayaan bagi peserta didik magang di 30 dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Melalui Program SMK PK dari Kemendikbudristek pada 2021, pihaknya mendapat bantuan Rp1,6 miliar yang dimanfaatkan peruntukannya dalam pengembangan ekonomi kreatif, yakni program teaching factory fiber optic bekerja sama dengan Telkom.

"Dengan melibatkan siswa kami dilatih manajerial untuk teaching factory. Pada 2021, kami dapat program SMK PK dan setahun kemudian kami diwajibkan daftar mengajukan program SMK PK lanjutan," ungkap Ichwanudin.

Melalui program SMK PK tersebut, lanjut dia, pihaknya melakukan pendampingan oleh kampus terkenal Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan program smart city yang merupakan gabungan fisik dan digital seperti membuat pagar rumah sistem buka sendiri.


Baca juga: Dorong Pemerataan dan Peningkatan Kualitas Guru untuk Cerdaskan Bangsa


"Kami juga bekerja sama dengan developer atau pengembang di sini," tukasnya.

Wakil Kepsek SMK Presiden Reza menambahkan sejalan dengan program SMK PK pada 2022 dalam menjalankan kurikulum Merdeka Belajar pihaknya meng-upgrade para guru untuk menyempurnakan pelatihan dengan Merdeka Belajar tersebut.

Pembekalan sistem pembelajaran berpusat pada peserta didik, sedangkan guru sebagai fasilitator.

"Kita beralih pada pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Kita lakukan analisis dan identifikasi kebutuhan siswa. Para guru harus kreatif memberi pelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan siswa," tukasnya.

Ichwanudin menambahkan, saat ini seluruh siswa yang magang di DUDI sebagian besar telah siap diterima bekerja pada 12 perusahaan.

Sementara itu, Kepsek SMKN 1 Mundu Ikhwanudin yang baru menjadi Kepsek mulai 2022 mendapatkan bantuan program SMK PK untuk mekanisme lanjutan yang bersifat nonfisik senilai Rp300 juta.

Menurut dia, program SMK PK menjadi program unggulan yang sebenarnya telah ada seperti membangun karakter bukan hal yang baru. Dikatakan, sejak dahulu dalam pembentukan karakter budaya kerja menjadi roh di SMK.

"Menerapkan budaya kerja bagi siswa itu salah satu pendekatan kepada industri dan upaya pemerintah harus benar-benar dijalankan di SMK yang membuka kembali atau sebagai trigger atau pemantik buat kami," kata Ikhwanudin didampingi Wakil Kepsek Bidang Kurikulum Rahmat.

Ia mencontohkan dalam perencanaan berbasis data dalam SMK PK sejak dahulu sudah ada.

"Jadi, hal ini membuat kita sadar kembali bahwa selama ini kita mungkin abai atau mungkin kurang atensi. Nah, dengan SMK PK program-program unggulan yang ada itu menjadi sesuatu yang positif sekali untuk memperbaiki semua program di SMKN 1 Mundu," cetusnya. (RO/OL-16)

BERITA TERKAIT