25 November 2022, 17:33 WIB

Kemenkominfo Dukung Percepatan Digitalisasi Industri Kesehatan


Widhoroso |

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Direktorat Ekonomi Digital menggelar Workshop & Seminar Adopsi Rekam Medis Elektronik untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit di Era Layanan Kesehatan Digital secara hybrid di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (22/11)

Workshop dan seminar ini merupakan kerja sama Kemenkominfo dan Asosiasi Healthtech Indonesia (AHI), dan didukung Kementerian Kesehatan serta dan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (PORMIKI). Seminar ini dihadiri tenaga kesehatan dan staf non medis rumah sakit di seluruh Indonesia, dengan total 50 peserta yang hadir secara luring dan 1.900 peserta yang hadir secara daring.

Direktur Ekonomi Digital Kemenkominfo, I Nyoman Adhiarna menjelaskan peran Kemenkominfo awalnya bertindak sebagai regulator, namun kini lebih menekankan peran sebagai fasilitator khususnya mendorong sektor-sektor termasuk sektor kesehatan dalam melakukan transformasi digital. 

"Ke depannya kita akan bertindak sebagai akselerator sehingga dapat membantu percepatan transformasi digital di Indonesia," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jumat (25/11). 

I Nyoman menambahkan bahwa dalam sektor kesehatan, Kemenkominfo melakukan kegiatan adopsi teknologi digital di sektor kesehatan dengan memanfaatkan Internet Medical of Things untuk memantau perkembangan pasien janin. Kemenkominfo juga memperkenalkan teknologi terkait Rekam Medis Elektronik (RME) yang salah satunya melalui kegiatan workshop dan seminar. 

“Kegiatan Seminar ini merupakan Langkah untuk meningkatkan pengetahuan tenaga  kesehatan terhadap Change Management, bioetika, dan klinis dalam implementasi RME," jelasnya.

Chief DTO Kemenkes Setiaji, mengatakan bahwa teknologi informasi merupakan backbone dari transformasi sistem kesehatan nasional yang sedang dilakukan. Salah satu agenda besar didalamnya adalah penerapan rekam medis elektronik yang sudah diluncurkan dalam bentuk platform SATU SEHAT. 

"Platform ini menghubungkan enam puluh ribu layanan kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia. Diharapkan rekam medis elektronik ini nantinya dapat digunakan secara bersama dan saling terintegrasi," jelas Setiaji.

Hendrix Prasetyo, Ketua PORMIKI Jawa Timur menjelaskan rekam medis sebagai salah satu pelayanan di rumah sakit memerlukan pengelolaan yang profesional untuk memenuhi kebutuhan berbagai aspek yang meliputi administrasi, hukum, keuangan, pendidikan dan pendokumentasian serta kesehatan masyarakat sehingga penyelenggara rekam medis harus mengikuti perkembangan digitalisasi.

Sedangkan Ketua Asosiasi Healthtech Indonesia, Gregorius Bimantoro menyebut pentingnya melakukan transformasi digital pada tenaga kesehatan sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal. Bimantoro mengharapkan nantinya Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) dapat berperan sebagai data scientist sektor kesehatan. (RO/OL-15)
 

BERITA TERKAIT