25 November 2022, 11:36 WIB

Inovasi Kesehatan Dukung Program Pemerintah Capai Kemandirian Nasional


mediaindonesia.com |

KETUA Umum Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF)  Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS meyakini berbagai inovasi kesehatan karya anak bangsa mampu mendukung program pemerintah untuk mencapai kemandirian nasional. 

Menurutnya, para inovator kesehatan mempunyai peran penting dalam mewujudkan ketahanan kesehatan bangsa. Karenanya, kata dia, mereka membutuhkan ruang dan dukungan penuh pemerintah untuk lebih mengembangkan produk alat kesehatan dalam negeri. 

“Seperti yang pernah disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin,  bahwa sebanyak 88% alat kesehatan (alkes) yang beredar di Indonesia merupakan produk impor dari luar negeri," jelasnya.

"Sementara produk buatan lokal hanya di angka 12%. Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” ungkap Supriyantoro disela-sela acara Grand Final Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA) VI Tahun 2022 di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (24/11). 

Supriyantoro menuturkan bahwa seluruh stakeholder bidang kesehatan harus berkolaborasi untuk meningkatkan peran produsen alkes lokal untuk memenuhi alkes dalam negeri.

Tingginya ketergantungan Indonesia pada produk alkes impor, kata dia, bukan saja tidak baik dari sisi ekonomi, tetapi juga pada ketahanan kesehatan bangsa. 

Baca juga: Teknologi Kesehatan Terintegrasi Jadi Solusi Indikasi Awal Penyakit Degeneratif

Dalam hal inovasi teknologi di bidang kesehatan, Supriyantoro mengatakan jika selama dua tahun terakhir, layanan kesehatan jarak jauh (telemedis) begitu pesat berkembang.

Layanan kesehatan berbasis aplikasi tersebut, kata dia, banyak bermunculan dan menjadi sebuah kebiasaan baru masyarakat Indonesia. 

“Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Big Data Analytics, Internet of Things, dan sederet teknologi digital lainnya membuka kesempatan-kesempatan baru dalam perbaikan kualitas dan peningkatan kecepatan layanan kesehatan di Indonesia dan ini harus didukung penuh,” ujarnya. 

Supriyantoro menyebut, pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk benar-benar mewujudkan ketahanan kesehatan bangsa.

Maka dari itu, lanjut dia, IndoHCF sebagai Corporate Social Responsibilty (CSR) PT IDS Medical Systems Indonesia (idsMED Indonesia), secara konsisten terus menggelar ajang bergengsi IHIA sejak tahun 2017. 

Sementara itu Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI drg. Arianti Anaya, MKM dalam sambutannya mewakili Menkes mengatakan Indonesia membutuhkan banyak inovasi-inovasi di bidang kesehatan, bukan saja soal obat-obatan dan alat Kesehatan tetapi juga dalam bentuk program termasuk juga mutu layanan.

Karena itu, ia meminta agar IndoHCF turun lebih massif lagi untuk melakukan sosialisasi kepada para periset sehingga inovasi-inovasi mereka bisa terakomodir dalam IndoHCF ini.

“Saya yakin masih banyak periset yang hasil inovasinya belum terakomodir dalam IndoHCF ini. Dengan sosialisasi yang lebih massif lagi, mudah-mudahan tahun-tahun yang akan datang makin banyak lagi periset yang aware dan ikut dalam ajang IndoHCF,” kata Arianti.

Menurutnya ajang IndoHCF bukan sekadar memberikan penghargaan kepada para periset yang inovasinya dinilai paling inovatif.

Lebih dari itu ajang IndoHCF menjadi tempat bertemunya antara periset dan dunia industri, sehingga membuka peluang hilirisasi dari hasil riset bidang kesehatan. Selain itu, hasil inovasi juga bisa diterapkan pada daerah-daerah lain.

“Kita lihat bagaimana ABGC-nya bisa jalan, yakni Academic, Business, Government dan Community,” tegasnya.

Dirjen mengakui banyak hasil inovasi dari periset yang tergabung dalam IndoHCF yang kini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebagai contoh adalah pembuatan ventilator.

“Awalnya kita tidak bisa membuat ventilator, tetapi sejak pandemi banyak periset yang bermunculan dan mereka berhasil membuat ventilator. Sekarang tingkat kandungan dalam negeri ventilator kita sudah 90 hingga 100 persen. Artinya sudah 100 persen sudah bisa diproduksi sendiri,” tambahnya.

IHIA VI-2022 merupakan bentuk apresiasi kepada instansi/pemda, individu/kelompok perorangan, akademisi dan berbagai pihak lainnya yang telah berhasil menjalankan program-program peningkatan pelayanan kesehatan.

IHIA VI-2022 memberikan penghargaan dalam lima kategori inovasi yaitu Inovasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Inovasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Inovasi Mutu Pelayanan Kesehatan,

 Inovasi Alat Kesehatan, Inovasi IT Kesehatan dan Inovasi Percepatan Penurunan Stunting. Penyelenggaraan acara ini merupakan kerja sama INDOHCF dengan Kemenkes RI, BKKBN, BRIN serta 16 organisasi profesi/ Institusi serta pemangku kepentingan lainnya

Inilah Top Inovator Kesehatan Indonesia

Sementara itu, dalam acara Grand Final IHIA VI - 2022, IndoHCF mengumumkan para pemenang di setiap kategori yang diperlombakan yaitu masing-masing: 

Kategori Inovasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas): 

●  Diamond: Pelangi Nusantara (Pelayanan Gizi dan Penyuluhan Kesehatan Anak Serta Remaja) dari Kota Semarang, Jawa Tengah 
●  Platinum: Pengelolaan Obat Kadaluarsa di Rumah Menggunakan Kotak Obat Kadaluarsa (POKKOK) dari Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta
●  Gold: IKATAN ASMARA (Inovasi Kerjasama Lintas Sektor Tingkatkan Akses Sanitasi dan Air Bersih Masyarakat) dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan 

Kategori Inovasi Percepatan Penanggulangan Stunting: 

●  Diamond: Ibu Cerdas Cegah Stunting dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan 
●  Platinum: Ayunda Si Menik Mangan Sego Ceting dari Kabupaten Gunung Kidul, DIY Yogyakarta
●  Gold: Bunga Kampung (Bupati Ngantor di Kampung), Kabupaten Lampung Tengah, Lampung 

Kategori Inovasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT):

●  Diamond: Percepatan Penanganan dan Evakuasi Kecelakaan - ERT Tol Layang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
●  Platinum: Permaisuri Dancing (Persalinan Alam, Bayi Sehat, Ibu Berseri dengan ANC Rutin USG), RSUD Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat
● Gold: ASIAP (Ambulans Air Siaga Integrasi Antar Pulau), AGD Provinsi DKI Jakarta

Kategori Inovasi Mutu Pelayanan Kesehatan: 

● Diamond: Optimalisasi Kinerja Usaha Kesehatan Gigi Anak Sekolah dengan Senyumin, Aplikasi Berbasis Kecerdasan Artifisial di Wilayah Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta. 
● Platinum: GEMPOL PRIMADONA (Gerakan Puskesmas Poncol Perangi HIV AIDS Dan IMS Dengan Koordinasi Lintas Sektor Dan Swasta) dari Kota Semarang, Jawa Tengah. 
●  Gold: EMOJI (Pemberian Terapi pencegahan TBC pada pasien Kontak serumah dan ODHIV > 95%) di Puskesmas Kecamatan Kemayoran, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta. 

Kategori Inovasi Alat Kesehatan: 

●  Diamond: Deteksi Dini Penyakit Tiroid Autoimun berbasis Thyroid Peroxidase (TPO) dan Thyroid Stimulating Hormone Receptor (TSHR) untuk Peningkatan Layanan Kesehatan di Indonesia dari Kota Malang, Jawa Timur. 
●  Platinum: GLP HFNC 01 High Flow Nasal Cannula dari Kota Bandung, Jawa Barat 
●  Gold: Lengan Prostesis Aktif Berestetika Bionik K22-BP dari Kota Bandung, Jawa Barat 

Kategori Inovasi IT Kesehatan: 

●  Diamond: Aplikasi Penerjemah Tangis Bayi Madsaz, Aplikasi Pertama di Indonesia untuk Bayi dan Orang Tua Pasca Pandemi, Kota Bogor, Jawa Barat. 
●  Platinum: “SI BINA CANTIK BINGITS” (SIstem Bridging SIM RSMS, BPJS, dan INA-CBG’s Menuju AkuNtabilitas, Transparansi, dan EfisiensI Pelayanan Kesehatan JKN Secara Paripurna Jamin BIsa LaNGsung DilayanI CepaT Dan Klaim BPJS Akurat), Kabupaten Banyumas , Jawa Tengah. 
●  Gold: Pengembangan Aplikasi SICAPD Berbasis Android Pada Anak Penyakit Ginjal Kronis Stadium 5 dengan Peritoneal Dialisis, Kota Depok, Jawa Barat. 

Kategori Favorit Awards:

Inovasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas): 
MANJA PAPAKU (Memandikan Jenazah Tanpa Dipangku), #Cegah Transmisi Covid-19 pada Modin Jenazah dari Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Inovasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT): 
ASIAP (Ambulans Air Siaga Integrasi Antar Pulau) dari AGD Provinsi DKI Jakarta

Inovasi Mutu Pelayanan Kesehatan:
MARI KECE (Mekar Sari Kelurahan Cegah Covid-19) dari Kota Balikpapan, Kalimantan Timur

Inovasi Alat Kesehatan: 
BriCane: Tongkat Pintar Terintegrasi Aplikasi untuk Difabel Netra dan Pendampingnya dari Kota Tangerang Selatan, Banten

Inovasi IT Kesehatan: 
APLIKASI “KONCO SREGEP” SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING BERBASIS LOCAL WISDOM DAN DIGITAL LITERACY PADA REMAJA dari Kota Surabaya, Jawa Timur

“Kami berharap ajang ini mampu berkontribusi positif dalam membangun ekosistem kesehatan bangsa yang kokoh dan melepaskan Indonesia dari ketergantungan terhadap produk alat kesehatan impor. Pengunaan alkes dalam negeri yang meningkat diharapkan juga dapat meningkatkankan eskpor mancanegara,” pungkas Supriyantoro. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT