24 November 2022, 18:50 WIB

Tingkatkan Professionalisme SDM Pertanian, Kementan Kuatkan Pendidikan Vokasi


mediaindonesia.com |

MENTERI Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo tiada henti mengingatkan tentang peran vital sektor pertanian, yang harus terus didorong menjadi subsektor ekonomis yang maju, mandiri dan modern.

“Upaya mewujudkannya, harus didukung oleh kapasitas SDM Pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing,” katanya.

Hal serupa dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi bahwa petani milenial mempunyai peran penting melanjutkan pembangunan sektor pertanian.

"Tentunya, dibutuhkan dukungan dari SDM pertanian sebagai pengungkit terbesar produktivitas pertanian. Pendidikan vokasi menjadi salah satu kunci terhadap cikal bakal lahirnya petani milenial terdidik," kata Dedi Nursyamsi.

Dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme SDM pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dalam hal ini Polbangtan Bogor menggelar Dissemination Day of Link and Match SMK in Indonesia (LMSINDO) di Hotel Swiss Bell Inn, Bogor pada Rabu (16/11).

Direktur Polbangtan Bogor, Detia Tri Yunandar menjelaskan kegiatan diseminasi bertujuan memaparkan hasil sejumlah kegiatan dalam program LMSINDO yang sudah berlangsung sejak 2019.

LMSINDO merupakan program kerja sama antara Pemerintah Belanda yakni Maastricht School of Management (MSM) dan Indonesia, yakni Kementan melalui Polbangtan Bogor sebagai eksekutor proyeknya. Pada pelaksanaannya, Polbangtan Bogor didukung oleh Universitas Nusa Cendana Kupang (Undana).

“Program tersebut bertujuan menguatkan sekolah vokasi tingkat SMK di bidang pertanian dan peternakan. Penerima manfaat pada program ini di antaranya SMK Pembangunan Pertanian (PP) Negeri Kupang dan SMK Waibakil Sumba Tengah,” kata Detia TY dalam keterangannya, Kamis (24/11/2022)

Pada LMSINDO berlangsung sejumlah kegiatan yakni training atau pelatihan, magang, bantuan investasi SMK. Bantuan investasi tersebut di antaranya pembangunan laboratorium, pengadaan alat mesin pertanian, pembuatan kandang dan outlet produk siswa.

Pelatihan yang diselenggarakan mencakup problem based learning, project based learning, teacher training, serta multi stakeholder forum (MSF).

“Pada kegiatan MSF, hadir 14 dari berbagai institusi di antaranya pemerintah, pendidikan, industri, Kamar Dagang Industri (Kadin) dan pihak Belanda yaitu MSM dan LMSINDO. Dari sana kita sepakat untuk membantu perkembangan kedua SMK tersebut,” kata Detia lagi.

Diseminasi tersebut juga dihadiri Polbangtan lain Indonesia serta Politeknik Engineering Pertanian Indonesia. maksudnya agar dampak yang dirasakan pada program tersebut bisa menjadi percontohan dan berdampak lebih luas.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP (Pusdiktan) Idha Widi Arsanti mengapresiasi sinergi yang terjalin pada MSINDO, karena banyak keuntungan dan hasil yang didapat dari kerjasama tersebut.

“Beberapa penemuan terkait project based learning, pembuatan kurikukum yang sesuai dengan kebutuhan siswa terutama di sekolah vokasi sangat penting dalam proses pembelajaran. Dengan begitu para siswa akan siap menjadi entrepreneur atau agripreneur yang betul-betul mampu bekerja di sektor pertanian,” jelasnya.

Kapusdik Idha WA menilai penemuan yang dihasilkan pada program ini amat baik diimplementasikan dan diambil sebagai pembelajaran oleh SMK, perguruan tinggi lain di Indonesia.  “Harapannya, bisa dikembangkan ke area yang lebih luas misalnya oleh Kemendikbudristek dan perguruan tinggi terkait pendidikan vokasi,” katanya lagi. (RO/OL-13)

 

BERITA TERKAIT