24 November 2022, 18:03 WIB

Semua Penyakit Anak Berisiko Timbulkan Gangguan Ginjal Akut


Mediaindonesia.com |

SEMUA penyakit yang diderita anak dapat berisiko menyebabkan gangguan ginjal akut. Ketika anak sakit, yang harus dimonitor juga yakni warna kencing dan jumlah kencing. Itu yang harus dilaporkan ke dokter untuk mengetahui ringan atau beratnya

Itu dikatakan dokter spesialis anak dr Kurniawan Satria Denta, M Sc, Sp.A. Menurut dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada itu dalam webinar di Jakarta, Kamis (24/11), gangguan ginjal merupakan kondisi satu atau kedua ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik.

Denta mengatakan gangguan ginjal disebabkan oleh berbagai hal seperti trauma atau pendarahan hebat yang dapat menyebabkan fungsi ginjal menurun, dehidrasi, penyakit infeksi, auto imun, keracunan, dan penyakit ginjal sebelumnya. "Anak dan bayi sangat rentan dehidrasi, minum kurang, tidak kencing, itu bisa merusak ginjal. Infeksi seperti gangguan pernapasan, pneumonia ketika infeksinya menjadi berat punya risiko tinggi menjadi gangguan ginjal akut," kata dr Denta.

Gangguan ginjal pada anak dapat dicegah, salah satunya dengan selalu mencukupi kebutuhan cairan pada anak. Pada bayi di bawah enam bulan, kebutuhan ASI-nya harus tercukupi. Misalnya, pada bayi dengan berat badan 8 kg, kecukupan cairan per hari sebanyak 800 ml, sedangkan balita kurang lebih 1.500 ml. 

Namun, takaran cairan tersebut bukanlah patokan baku. Menurut Denta, kecukupan cairan disesuaikan dengan kondisi anak. "Kalau di Jakarta lagi panas dan anak banyak aktivitas ya harus ditingkatkan cairannya. Kalau anak lagi demam, ya kebutuhan cairannya akan lebih tinggi," ujar Denta.

"Namun sebenarnya jangan seberapa banyak anak minum, tetapi juga yang penting seberapa sering anak kencing. Dalam enam jam setidaknya 1-2 kali kencing. Kalau kencingnya jernih berarti cukup. Itu yang harus selalu dievaluasi oleh orangtua," lanjutnya.

Hal lain yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan ginjal yaitu menjaga agar anak tidak sakit. Orangtua harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar tidak menularkan penyakit pada anak. Selain itu, orangtua wajib memberikan vaksinasi lengkap terhadap bayi dan anak serta tidak boleh mengonsumsi obat di luar anjuran yang sudah ditetapkan. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT