22 November 2022, 19:18 WIB

BMKG: Bangunan di Cianjur Harus Tahan Gempa


Atalya Puspa |

SETELAH masa tanggap bencana usai, pemerintah akan kembali membangun rumah-rumah warga yang hancur akibat gempa di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Berkaitan dengan itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorta Karnawati mengimbau kepada pemerintah agar membangun hunian tahan gempa dan menghindari lahan-lahan yang memiliki potensi longsor.

"Pada tahap rekonstruksi mohon benar-benar diperhatikan agar bagunannya tahan gempa. Karena lokasi rumah runtuh ada di lokasi rawan longsor perlu diperhatikan tahan longsor atau mencari tempat yang aman. Mencari tempat yang aman tidak berada pada pinggir lereng rawan longsor atau tidak berada di pinggir bantaran sungai," kata Dwikorita dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (22/11).

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi yang terjadi di wilayah Cianjur, Jawa Barat, merupakan gempa berulang setiap 20 tahun sekali. Sebelum terjadi pada Senin (21/11), gempa serupa juga pernah terjadi pada tahun 2000 dan 1981.

"Sebetulnya sudah enam kali terjadi gempa di wilayah ini. Tapi tiga kali sebelumnya periode ulangnya berpuluh-puluh tahun lamanya, lebih dari 20 tahun. Namun tiga kali terakhir ini 20 tahunan. Dan gempa demikian juga dapat terulang kembali kurang lebih di 20 tahun ke depan," ucap dia.

Baca juga: BNPB: Korban Meninggal Gempar Cianjur Mencapai 268 Jiwa

Saat ini sendiri, BMKG telah melakukan survei untuk mengidentifikasi tanah mana yang relatif lebih aman terhadap guncangan gempa agar bisa dibangun hunian untuk masyarakat.

Selain itu, tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pun telah melakukan survei longsor di wilayah terdampak gempa Ciajur.

"Sehingga nanti akan kami integrasikan hasil survei tersebut untuk mendukung proses rekonstruksi, untuk menentukan kalau terpaksa mencari tempat aman, ada basis datanya. Ini akan segera kami sampaikan kepada pemda," pungkas dia. (OL-4)

BERITA TERKAIT