22 November 2022, 17:04 WIB

18 Karya Pemenang Kompetisi IdenTIK Akan Bersaing Di Tingkat ASEAN


Widhoroso |

MENURUT The Global Startup Ecosystem Report 2022 yang dikeluarkan Startup Genome, Jakarta telah memproduksi 7 startup di tingkat unicorn selama 10 tahun terakhir. Selain itu, berdasarkan laporan Startup Ranking, Indonesia termasuk dalam peringkat 10 besar negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia, yaitu 2.437 startup.

Melihat potensi perusahaan rintisan Indonesia, Direktorat Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar kompetisi Indonesia Entrepreneur Teknologi Informasi dan Komputer (IdenTIK) sebagai salah satu strategi mengembangkan Ekosistem Digital Indonesia dan menggali potensi produk TIK karya anak bangsa agar mampu bersaing di tingkat dunia.

Dari 190 karya yang diikutserta dalam kompetisi IdenTIK 2022, terpilih 18 karya terbaik untuk enam kategori yaitu Startup Company, Private Sector, Public Sector, Corporate Social Responsibility (CSR), Research and Development (RnD), dan Inovasi Teknologi Konten Digital.

Untuk kategori Public Sektor, pemenangnya adalah PeduliLindungi, Sipandu Satu Bimtek, dan Maharai. Sedangkan pemenang Private Sector adalah  InCrane, Orderdulu, dan Blod.id.

Untuk Startup Company, pemenangnya adalah Jaramba, Kedip, serta Tandatangan.io. Kategori Research and Development, pemenangnya adalah Bottani, Pegonizer, serta Smart EcoRoom by MyEco

Sedangkan untuk kategori Corporate Social Responsibility, tiga karya terbaik adalah Website Special Hub, PetaNetra, dan Fasih. Untuk kategori Inovasi Teknologi Konten Digital, pemenang adalah Oxima, ViraExpoir, dan Nusantaraverse.

Para pemenang akan menerima uang pembinaan dengan total nilai Rp30 juta (kecuali kategori Public Sector), free credits dari Xendit, kesempatan mengikuti tahapan program Startup Studio Indonesia dan tahapan incubation program 1000 startup digital, serta credit senilai US$10 ribu hingga US$25 ribu dari Amazon Web Services (AWS) bagi yang melanjutkan mengikuti program hub.id. Ke-18 karya terbaik itu juga akan memperoleh pembinaan serta pelatihan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi regional regional ASEAN ICT Awards (AICTA) 2023.

Bonifasius Wahyu Pudjianto selaku Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo menyatakan Direktorat Pemberdayaan Informatika melalui IdenTIK ingin mendorong munculnya karya TIK yang mampu memberikan solusi, membuka lapangan kerja baru, serta memberikan dorongan bagi sektor ekonomi Indonesia. Para pemenang IdenTIK juga berpeluang untuk berpartisipasi dalam ajang tingkat dunia. 

"Tentunya hal ini tidak hanya untuk di Indonesia, tetapi juga akan mengikuti kompetisi di tingkat regional khususnya ASEAN. Tidak menutup kemungkinan kami juga akan membawanya ke tingkat global," jelasnya dalama keterangan yang diterima, Selasa (22/11).

Sedangkan Prof. Eko K. Budiardjo sebagai Ketua Dewan Juri IdenTIK menyampaikan bahwa dalam menghasilkan karya yang unggul, harus ada sparring atau lawan untuk membuktikan bahwa karya tersebut adalah karya yang hebat. Maka, kompetisi IdenTIK akan dilanjutkan dengan AICTA, sehingga dibuat tagline Road to ASEAN. 

“Dalam rangka Road to ASEAN, kita tidak hanya mampu menjelaskan, tapi juga meyakinkan dewan juri ASEAN bahwa karya kita berkualitas baik. Hal ini adalah peluang emas dan sangat besar,” ucapnya. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT