21 November 2022, 21:15 WIB

BMKG: Intensitas Hujan Lebat Pascagempa Bisa Akibatkan Longsor dan Banjir Bandang


Dinda Shabrina |

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di sekitar Kabupaten Cianjur untuk tetap waspada akan terjadinya bencana lain seperti banjir bandang dan tanah longsor. Pascagempa berkekuatan 5,6 skala Richter mengguncang Cianjur dan sekitarnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat tetap bersiaga jika terjadi hujan lebat.

“Kita tahu sekarang ini intensitas hujan masih tinggi. Jadi masyarakat tolong tetap waspada. Selain gempa susulan, intensitas hujan tinggi bisa menyebabkan bencana lain seperti banjir bandang dan longsor,” kata Dwikorita dalam konferensi pers, Senin (21/11).

Terutama di wilayah yang lereng-lereng sudah rapuh dan retak akibat guncangan gempa. “Dikhawatirkan material yang terlepas atau terguncang gempa ini dapat tersapu air hujan dan dapat memberikan dampak ikutan berupa longsor ataupun banjir bandang. Sehingga kami mohon diwaspadai pula apabila sedang hujan, mohon agar tidak berada di dekat lereng ataupun menghindar dari bantaran sungai yang dikhawatirkan di situ berpotensi mengalami banjir bandang,” imbuh Dwikorita.

Diketahui gempa terjadi pada Senin (21/11), pukul 13.21 WIB di daerah sekitar Cianjur. Desa yang terdampak antara lain Kecamatan Cilaku Desa Rancagoong, Kecamatan Cianjur Desa Limbangsari dan Kecamatan Cugenang. Berdasarkan data terakhir dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cianjur, sebanyak 58 orang meninggal dunia dan 700 lebih alami luka-luka dari berat hingga ringan. (H-1)

BERITA TERKAIT