17 November 2022, 18:50 WIB

Batasi Gula, Garam, dan Lemak (GGL), Langkah Penting Cegah Diabetes


Eni Kartinah |

DALAM rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional sekaligus Hari Diabetes Sedunia 2022, Nutrifood bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengedukasi masyarakat Indonesia tentang pentingnya batasi konsumsi gula harian beserta caranya untuk cegah diabetes.

Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari kampanye #BatasiGGL yang telah dijalankan Nutrifood sejak 2013 terkait pentingnya cermati konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) serta membaca label kemasan.

Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk hidup lebih sehat khususnya dengan membatasi asupan gula dan bagaimana membentuk gaya hidup sehat yang lebih baik agar terhindar dari risiko diabetes.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Kemenkes, Dr. Eva Susanti, S.Kp., M.Kes mengungkapkan, “Diabetes merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi beban kesehatan karena telah menyerang setidaknya 537 orang di seluruh dunia, dan angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 783 juta pada tahun 2045."

Baca juga: Gaya Hidup dan Farmakoterapi Efektif Turunkan Risiko Prediabetes dan Diabetes

"Secara global, Hari Diabetes Sedunia 2022 mengangkat tema “Education to Protect Tomorrow” sementara untuk tema nasional yaitu “Cegah dan Kendalikan Diabetes untuk Masa Depanmu,” jelasnya dalam keterangan, Kamis (17/11).

Di Indonesia, jumlah penderita diabetes terus meningkat dari 10,7 juta pada tahun 2019 menjadi 19,5 juta pada tahun 2021 yang menduduki peringkat ke-5 dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia.

Jumlah tersebut diperkirakan akan mengalami peningkatan menjadi 28,6 juta pada tahun 2045.

Kondisi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya gaya hidup kekinian yang sering mengonsumsi makanan dan minuman dengan gula berlebih serta kurangnya olahraga, sehingga berisiko terkena diabetes.”

Eva Smelanjutkan, “Maka dari itu, penanggulangan penyakit diabetes perlu dilakukan secara komprehensif oleh seluruh lapisan masyarakat. Kemenkes berkomitmen melakukan Transformasi Kesehatan khususnya di layanan primer dan layanan rujukan."

Transformasi layanan primer dengan 1) promosi dan edukasi untuk merubah pola hidup, menjaga pola makan dan melakukan aktivitas fisik dengan perilaku 'Cerdik'. 2) deteksi dini faktor risiko diabetes dapat dilakukan di Posyandu.

3) peningkatan layanan primer dengan pengembangan panduan praktik agar pasien yang telah dideteksi dini mendapatkan tatalaksana dan pengobatan sesuai standar dan terkontrol kondisinya.

Sementara untuk transformasi layanan rujukan, disusun program jejaring rujukan nasional.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Rudy Kurniawan, SpPD, DipTH, MM, MARS menjelaskan, “Kondisi diabetes saat ini sangat mengkhawatirkan, mengingat diabetes merupakan Mother of Diseases karena menyebabkan munculnya kompilasi berbagai penyakit seperti hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, stroke, gagal ginjal, kebutaan serta komplikasi berbagai organ lainnya."

"Individu dengan riwayat Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) atau Glukosa Darah Puasa (GDP) terganggu atau kelompok pre-diabetes perlu lebih memerhatikan diri dan menerapkan pola hidup sehat," jelasnya.

"Salah satunya dengan memperhatikan asupan makanan dan minuman, agar kondisi mereka tidak berlanjut menjadi diabetes melitus,” jelas dr.Rudy.

dr. Rudy Kurniawan melanjutkan, “Konsumsi gula berlebih sangat berkontribusi terhadap tingginya asupan kalori yang dapat meningkatkan diabetes. Namun bukan berarti masyarakat sama sekali tidak boleh mengonsumsi gula."

Masyarakat boleh mengonsumsi gula dengan batasan yang telah dianjurkan oleh Kemenkes," katanya.

Selain itu, masyarakat khususnya kelompok pre-diabetes dan diabetes juga memiliki alternatif pengganti gula berupa pemanis rendah kalori.

"Hal ini tentunya perlu diimbangi dengan aktivitas fisik yang rutin, dan membatasi konsumsi gula, garam dan lemak dengan memperhatikan label kemasan sebelum makan,” tuturnya.

Koordinator Kelompok Substansi Standardisasi Pangan Olahan Keperluan Gizi Khusus, Klaim dan Informasi Nilai Gizi, serta Pangan dengan Proses Tertentu dan Cara Produksi Pangan Tertentu, BPOM, Sofhiani Dewi, STP, M.Si menyatakan “Sejalan dengan kebijakan terkait konsumsi Gula, Garam, Lemak dalam rangka pencegahan Penyakit Tidak Menular, saat ini setiap pangan olahan dalam kemasan wajib mencantumkan informasi nilai gizi. "

"Masyarakat diharapkan  dapat dengan cermat memperhatikan kandungan gula, garam dan lemak (GGL) setiap pangan olahan yang akan dikonsumsinya melalui Tabel Informasi Nilai Gizi yang memuat takaran saji, jumlah sajian per kemasan,  nilai dan persentase AKG zat gizi termasuk GG," jelasnya.

"Dengan demikian akan memudahkan masyarakat dalam memenuhi anjuran konsumsi gula tidak lebih dari 50 gram, garam tidak lebih dari 5 gram dan lemak tidak lebih dari 67 gram.," kata Sofhiani.

 "Hal ini penting agar kita dapat lebih sadar akan jumlah gula dan asupan kalori yang dikonsumsi setiap harinya sebagai salah satu faktor yang dapat menyebabkan diabetes," terangnya

Head of Strategic Marketing Nutrifood, Susana, S.T.P., M.Sc., PD.Eng menyatakan, “Sejalan dengan misi ‘Inspiring a Nutritious Life’, Nutrifood selama lebih dari 43 tahun telah berkomitmen dalam mengedukasi dan menginspirasi masyarakat Indonesia untuk selalu mengimplementasikan gaya hidup sehat setiap saat termasuk selama masa pandemi. "

Pada kampanye #BatasiGGL yang memasuki tahun kesembilannya ini, kami mengadakan program edukasi untuk mendukung tema nasional yang diusung pemerintah, karena kami menyadari pentingnya komitmen yang berkelanjutan dan kolaborasi bersama mitra strategis seperti Kemenkes dan BPOM RI untuk mendukung pengendalian penyakit diabetes.

"Sejak 2013, Nutrifood secara konsisten mengedukasi tenaga kesehatan, komunitas, dan masyarakat melalui kampanye #BatasiGGL serta Baca Label Kemasan," jeasnya.

"Membatasi konsumsi GGL sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI berperan penting sebagai pencegahan risiko pre-diabetes dan diabetes. Selain itu, perlu didukung juga dengan menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, istirahat yang cukup dan deteksi dini" terang Susana.

”Nutrifood melalui berbagai produknya senantiasa mendukung pencegahan dan pengendalian diabetes melitus di Indonesia dengan menghasilan produk yang rendah gula, garam dan lemak seperti Tropicana Slim,” tutup Susana. (Nik/OL-09)

 

 

 
BERITA TERKAIT