17 November 2022, 10:45 WIB

Ini Pentingnya Pemberian Apresiasi Materi dan Sosial untuk Anak


Basuki Eka Purnama |

PSIKOLOG anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI) Vera Itabiliana Hadiwijojo menekankan pentingnya dua jenis apresiasi dari orangtua bagi anak, yakni material rewards dan social rewards.

"Kalau material rewards merupakan apresiasi yang diberikan dalam bentuk benda seperti makanan ringan favorit anak, mainan, stiker atau benda lainnya," kata Vera, dikutip Kamis (17/11).

Sementara, bentuk apresiasi lainnya yang penting bagi perkembangan sang buah hati yaitu social rewards. 

Baca juga: Ini Lima Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Anak

Apresiasi itu terdiri dari tiga bentuk yaitu afeksi seperti memberi pelukan, tepukan di pundak, dan ciuman di pipi.

Lalu ada juga kata-kata pujian, serta yang terakhir berbentuk aktivitas seperti orangtua bermain dengan anak tanpa memegang gadget sehingga waktu bersama menjadi berkualitas.

Pemberian kedua jenis apresiasi itu penting bagi anak untuk merayakan pencapaian yang sudah didapatkannya dan bisa meningkatkan kepercayaan diri sang buah hati.

Pencapaian yang dimaksud pun tidak harus selalu yang bersifat besar namun bisa dimulai dari perbuatan kecil yang bernilai positif misalnya seperti menyikat gigi tanpa disuruh atau merapikan tempat tidur sendiri.

Ada baiknya setiap apresiasi yang diberikan oleh orangtua terhadap anak perlu disesuaikan dengan setiap pencapaian yang dilakukan.

Orangtua juga bisa memberikan apresiasi yang sesuai dengan membuat kesepakatan dengan sang buah hati.

Sebagai contoh ibu dan anak menyepakati bahwa anak akan mendapatkan apresiasi berupa cokelat kesukaannya jika hari itu dia ingat untuk mengerjakan pekerjaan rumah tanpa diingatkan.

Namun, untuk beberapa pencapaian yang bisa berdampak positif untuk jangka panjang, orangtua bisa memberikan apresiasi lebih sehingga anak semakin bersemangat melakukan tanggung jawab mereka.

"Ada kalanya, reward perlu diberi bobot lebih untuk membentuk perilaku-perilaku yang diharapkan muncul pada anak," ujar Vera. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT