16 November 2022, 20:12 WIB

Bakomubin Ingin Mubalig Dapat Perhatian Khusus dari Pemerintah


mediaindonesia.com |

BADAN Koordinasi Mubalig se-Indonesia (Bakomubin) menyampaikan bahwa mubalig memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam membangun jiwa, mental, dan spiritual. Untuk itu, Bakomubin mengusulkan agar pemerintah lebih memperhatikan mubalig, supaya peran dan fungsi mubalig lebih maksimal.

Wakil Ketua Umum Bakomubin Ashraf Ali mengatakan, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Di antaranya ada ustaz, kiai, ulama, dan tokoh agama yang berprofesi sebagai mubalig atau juru dakwah yang menyiarkan ajaran agama Islam.

"Fungsi mubalig sangat penting bagi bangsa dan negara, di antaranya menjadi penerang, pencerah, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat kepada Allah SWT," kata Ashraf di Jakarta, Rabu (16/11).

Ia menyampaikan, saat di Indonesia ada sekitar satu juta masjid, ditambah lagi masjid-masjid yang berada di perkantoran. Artinya, jika ada satu juta masjid, maka ada satu juta khatib yang berbicara saat khotbah Jumat.

Ashraf menjelaskan, mengingat betapa pentingnya peran para khatib ini dalam mencerahkan masyarakat. Karena itu, lanjut dia, sudah sepantasnya mereka mendapat perhatian dari pemerintah. Untuk itu, Bakomubin mengusulkan agar pemerintah melakukan pembinaan kepada para khatib atau mubalig tersebut.

"Pemerintah melalui APBN dan APBD harus ikut memberikan dukungan kepada para mubalig (yang menjadi khatib setiap salat Jumat), memberikan apresiasi kepada mereka yang telah berkontribusi untuk pembangunan mental dan spiritual melalui mimbar Jumat, kajian di lingkungan. Mereka adalah guru-guru spiritual di perdesaan dan perkampungan," ujarnya.

Ashraf melanjutkan, harus ada keberpihakan pemerintah melalui APBN dan APBD terhadap mubalig sebagai upaya mereka membangun jiwa. Karena membangun bangsa dan negara dilakukan dengan membangun jiwa dan raga. Bakomubin juga berharap upaya membangun jiwa lebih diperhatikan dan mendapat porsi dari APBN dan APBD.


Baca juga: Bantuan Kasad Ribuan Paket Sembako dan Santunan untuk Anak Yatim


"Sebagaimana yang Presiden Jokowi (Joko Widodo) sampaikan yaitu revolusi mental, kita (Bakomubin) dukung program Pak Jokowi dalam rangka membangun jiwa, kita (Bakomubin) mendorong membangun mental dan spiritual bangsa," jelasnya.

Untuk itu, Ashraf menegaskan, mubalig harus mendapat dukungan dari APBN dan APBD. Mereka perlu mendapat perhatian karena ikut berperan aktif dalam upaya membangun jiwa dan menyampaikan ilmu yang baik serta benar kepada publik. Sehingga masyarakat tidak terkontaminasi oleh ajaran atau paham yang mengarah ke radikalisme dan terorisme.

"Mubalig adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pembangunan mental, jiwa dan spiritual," ujar Ashraf.

Ketua Panitia Pengukuhan Pengurus Pusat Bakomubin Periode 2022-2026, Safrin Hi Yusuf, menyampaikan, pada 22 November 2022 akan digelar pengukuhan pengurus pusat Bakomubin hasil Muktamar ke-3 pada Februari 2022. Pada Muktamar tersebut, Ali Mochtar Ngabalin terpilih kembali sebagai Ketua Umum Bakomubin, dan Jenderal TNI Dudung Abdurachman menjadi Ketua Dewan Pembina Bakomubin.

"Salah satu agenda utama hasil Muktamar ke-3, salah satu poin pentingnya, Bakomubin mendorong agar adanya sebuah regulasi atau undang-undang (UU) tentang penyebar agama, penyiar agama," jelas Safrin.

Ia menegaskan, jika ada semacam regulasi untuk para penceramah semua agama, maka para penceramah semua agama di Indonesia akan mendapat apresiasi. Salah satu apresiasinya adalah para penceramah agama mendapatkan insentif setiap bulan dari APBN dan APBD.

"Jadi para mubalig ceramah di mimbar bisa merdeka, tanpa ada pesanan, dan ceramahnya tanpa berdasarkan ukuran amplop (pengurus masjid)," ujarnya.

Menurutnya, memang dibutuhkan semacam badan khusus yang berkewenangan menetapkan mubalig yang bersertifikat, bukan sertifikasi mubalig. Setelah badan tersebut terbentuk, insentif untuk para mubalig bisa disalurkan kepada mubalig yang bersertifikat. (RO/OL-16)

BERITA TERKAIT