14 November 2022, 23:00 WIB

PDUI Akan Perkuat Peran dan Fungsi Dokter Umum Sebagai Gatekeeper


Mediaindonesia.com |

PERHIMPUNAN Dokter Umum Indonesia (PDUI) resmi menetapkan Presidium Pengurus Pusat PDUI dan Ketua Kolegium Dokter Indonesia Periode 2022-2025 dalam Kongres Nasional (KONAS) IV PDUI, di Ballroom Hotel Sheraton Gandaria City Jakarta, 11-13 November 2022. 

Presidium Pengurus Pusat PDUI Alwia Assagaf mengatakan, presidum itu sudah terbentuk di kepengurusan PDUI 2022-2025 dengan jumlah anggota lima orang dokter.

"Kami berharap bisa melanjutkan program dari pengurus sebelumnya dan juga kami akan melaksanakan amanat dari Kongres Nasional yang baru selesai, di mana ada pembentukan badan-badan kelengkapan dan badan khusus," katanya.

Alwia menambahkan, Presidium Pengurus Pusat PDUI ingin mengoptimalkan peran dan fungsi dokter umum di layanan primer sebagai gatekeeper. 

"Di mana teman-teman dokter umum akan melakukan deteksi dini, skrining awal, promotif preventif dan juga kuratif rehabilitatif di mana kita harus mengedepankan kebutuhan dasar dari masyarakat kita," tambah Dr Alwia.

Alwia mengungkapkan, dokter umum memiliki kompetensi 4A yang seharusnya menjadi kualitas dokter umum di Indonesia kedepannya. 

"Tentu, dengan itu kita berharap bisa dilakukan oleh teman-taman dokter umum di seluruh indonesia. Juga mengembangkan kekhususan dari pihak daerah, misalnya di daerah kepulauan, kita khusus mengembangkan kedokteran kepulauan," ujarnya.

Oleh sebabnya, dokter umum itu seharusnya bisa melaksanakan kompetensi 4A di seluruh Indonesia agar bisa bersaing dan tidak kalah dengan dokter di luar negeri.

"Kita perlu mengembangkan potensi-potensi khusus seperti misalnya di daerah kepulauan maritim itu perlu dengan kompentensi khusus dengan pelayanan kelautan," tambahnya.

Baca juga : Camilan Berprotein Tinggi Bantu Penuhi Nutrisi Pehobi Olahraga

Bahkan, melalui pengembangan kompetensi kerja, PDUI sudah membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Medika KDI PDUI.

"LSP yang sudah dibentuk di PDUI ini yang nantinya akan mengembangkan kompetensi kerja dari dokter umum supaya kita yakin bahwa dokter umum di Indonesia lebih unggul dari dokter-dokter di luar negeri," tegas Alwia.

"Misalnya, kekhususan dengan daerah tropis kita, penyakit-penyakis tropis tentu kita lebih paham, seperti malaria tentu dalam tata laksananya kita lebih paham dari dokter luar negeri," imbuhnya.

Alwia mengungkapkan tantangan terbesar dari pelayanan dokter umum di era digitalisasi itu adalah regulasi.

"Yang saat ini kita butuhkan adalah regulasi, di mana pelayanan berbasis platform digitalisasi itu belum ada, ini yang perlu nanti kita upayakan, sosialisasi kepada masyakarat nanti perlu kita lakukan," tukas Alwia.

Presidium Pengurus Pusat PDUI Periode 2022-2025 dianggotai oleh lima orang dokter yang antara lain, DR. Dr. Masrifan Djamil, MPH, MMR, Dr. Imelda Datau, MM, DR. Dr. Suyuti Syamsul, MPPM, Dr. Alwia Assagaf, M.Kes, dan Dr. Nurhadji serta dr. Mahmud Ghaznawie, Ph.D sebagai Ketua Terpilih Kolegium Dokter Indonesia.

Selain itu, di akhir acara, Ketua Panita Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan KONAS IV PDUI Widya Murni mengatakan, penyelenggaraan acara itu merupakan suatu kemajuan yang luar biasa karena baru ini PIT dari PDUI dilakukan secara hybrid.

"Semoga acara selanjutnya bisa dilakukan hybrid juga dan bahkan bisa menghadirkan berbagai pembicara tidak hanya dalam negeri saja tapi luar negeri. Demikian bisa menambah khazanah pengetahuan dokter umum indonesia yang leih baik karena kita harus mempersiapkan dokter umum Indonesia yang memiliki kompetensi yang sesuai atau bersaing dengan dokter-dokter asing," harap dr Widya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT